Awal tahun ini, tepatnya akhir Januari lalu, situasi kacau balau sempat melanda. Jutaan peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) tiba-tiba saja tak bisa mengakses layanan kesehatan. Kartu mereka mendadak nonaktif. Yang paling menyakitkan, semua itu terjadi tanpa ada konfirmasi atau pemberitahuan sebelumnya dari pihak berwenang. Bayangkan saja, mereka yang memang bergantung pada bantuan ini, langsung kelimpungan.
Nah, bagi yang belum tahu, BPJS PBI ini memang khusus untuk masyarakat kategori miskin dan tidak mampu. Iurannya ditanggung penuh oleh pemerintah. Tapi tahun ini, masalahnya makin menjadi. Data menunjukkan ada 11 juta pengguna yang dinonaktifkan. Angkanya melonjak drastis dibanding tahun sebelumnya yang 'hanya' 7,3 juta.
Ironisnya, di saat yang sama, ada fakta yang bikin geleng-geleng kepala. Sepanjang 2025, tercatat 54 juta orang dari kalangan desil 1 hingga 5 yang seharusnya berhak ternyata belum kebagian bantuan BPJS PBI ini. Di sisi lain, justru ada 15 juta masyarakat dari kalangan menengah ke atas bahkan yang berkecukupan, malah menerima bantuan tersebut. Sungguh sebuah ketimpangan yang sulit dimengerti.
Artikel Terkait
Indodax Raih Dua Penghargaan Platform Kripto Terpercaya 2026
PBB Kecam RUU Hukuman Mati Israel, Sebut Kejam dan Diskriminatif
Gejolak Iran Ancam Rantai Pasok Industri, Harga BBM Dijamin Tak Naik
Iran Ancam Serang Microsoft hingga Boeing, Balas Dendam atas Tewasnya Pejabat Tinggi