Saat banjir menerjang, Suryati sedang tidak di rumah. Dia ada di Kecamatan Gunung Putri. Pulang, keadaan sudah kacau balau. Warga dan petugas berkerumun membersihkan lumpur. Kerusakan di rumahnya parah.
Kini, meski air sudah tak ada, sisa lumpur dan kerusakan bangunan masih menjadi saksi bisu. Perbaikan pun belum sepenuhnya dilakukan.
Janji Normalisasi dari Pemerintah
Di sisi lain, pemerintah daerah mulai bicara soal penanganan. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengungkapkan bahwa banjir di Cijayanti kerap terjadi karena luapan air yang langsung masuk ke jalan saat hujan deras.
Dia menyebut upaya penanganan awal akan dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian. Normalisasi sungai dan situ menjadi prioritas.
Janji itu kini dinanti warga. Sembari membersihkan sisa lumpur di rumah mereka, dan menatap langit setiap kali mendung mulai datang.
Artikel Terkait
Kontroversi Penalti Akhiri Upaya Timnas Indonesia di Final FIFA Series
Angin Puting Beliung Terjang Kudus, 221 Rumah Rusak di Empat Desa
DKI Mulai Bangun Zebra Cross di Tebet, Respons Atas Inisiatif Warga
Guru MTs di Depok Diduga Sebar Brosur Jasa Seksual, Mengidap HIV Sejak 2014