Jumat (13/2/2026) lalu, suasana di SPPG Palmerah Polres Jakarta Barat cukup ramai. Di situlah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berdiri, menyampaikan tekadnya di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Intinya jelas: Polri bakal terus fokus pada pelayanan pemenuhan gizi untuk masyarakat. Komitmen ini, kata Sigit, berangkat dari pesan langsung Prabowo agar Polri benar-benar menjadi polisi rakyat.
Momen itu terjadi bersamaan dengan groundbreaking Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan peresmian Gudang Ketahanan Pangan. Sigit menjelaskan, langkah ini bukan sekadar seremoni. Polri punya target nyata: menghadirkan layanan gizi yang aman, berkualitas, dan bisa dijangkau oleh semua.
"Melalui penguatan SPPG Polri dan dukungan infrastruktur ketahanan pangan, Polri berkomitmen menghadirkan layanan pemenuhan gizi yang aman, bermutu dan merata,"
Begitu penegasan Sigit di lokasi acara.
Namun begitu, cakupannya lebih luas dari sekadar layanan. Jenderal Sigit menerangkan bahwa Polri juga memprioritaskan penguatan ekosistem pangan secara menyeluruh. Dari hulu ke hilir. Tujuannya? Agar dampaknya benar-benar terasa, khususnya untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak sebagai generasi penerus.
"Sekaligus memperkuat ekosistem pangan dari hulu sampai hilir sehingga benar-benar memberikan dampak nyata bagi tumbuh kembang generasi emas penerus bangsa,"
ungkapnya lagi.
Nah, arahan ini rupanya punya sumber yang jelas. Sigit mengakuinya berasal dari pesan Presiden Prabowo dalam Rapim TNI-Polri beberapa waktu sebelumnya. Inti pesannya sederhana tapi berat: Polri harus jadi polisi rakyat.
"Sebagaimana penekanan Bapak Presiden RI dalam Rapim TNI Polri tahun 2026 bahwa kepolisian kita harus jadi polisi rakyat,"
ujar Sigit.
Pesan itulah yang kini dipegang teguh. Bagi mantan Kabareskrim ini, itu bukan sekadar kata-kata. Itu jadi pedoman untuk betul-betul hadir dan melayani di tengah masyarakat. Di sisi lain, komitmennya juga mengerucut pada dukungan konkret. Sigit menyatakan Polri siap mengawal program-program pemerintah, terutama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ketahanan pangan.
"Pesan tersebut tentunya menjadi pedoman kami untuk terus hadir di tengah masyarakat, melayani dengan sepenuh hati dan bekerja secara profesional dalam mendukung serta mengawal seluruh program pemerintah termasuk program MBG dan ketahanan pangan demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, adil dan makmur,"
tutupnya menegaskan.
Artikel Terkait
Daihatsu Pertahankan Posisi Kedua di Pasar Otomotif Nasional Selama 17 Tahun Berturut-turut
Fadli Zon Dorong Kolaborasi Seni dan Pendanaan Syariah dengan Turkiye
Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Amankan 476 Gram Sabu dan Happy Water di Cakung
Menteri Tito Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah Tahap Awal untuk Korban Bencana di Sumatera