Intip Harga Beli Saham CDIA yang Diborong Presdir CDI Group!

- Selasa, 21 Oktober 2025 | 05:32 WIB
Intip Harga Beli Saham CDIA yang Diborong Presdir CDI Group!

Presdir CDI Group (CDIA) Akumulasi 600 Ribu Saham, Ini Harga Belinya

Fransiskus Ruly Aryawan, Presiden Direktur PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) atau CDI Group, melakukan aksi akumulasi saham perusahaan. Transaksi pembelian saham CDIA ini dilakukan pada 16 Oktober 2025.

Dalam aksinya, Ruly membeli sebanyak 600.000 lembar saham CDIA. Pembelian dilakukan pada dua level harga yang berbeda, yaitu Rp 1.985 dan Rp 1.995 per saham. Total dana yang dikeluarkan untuk aksi akumulasi saham CDIA ini mencapai sekitar Rp 1,1 miliar.

Melalui keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Senin (20/10/2025), Ruly menyatakan tujuan transaksi ini murni untuk investasi. Dengan pembelian ini, total kepemilikan sahamnya di CDIA kini menjadi 5,6 juta saham.

Kinerja CDI Group Semester I-2025

Aksi akumulasi saham oleh Presdir CDIA ini berlangsung di tengah kinerja perusahaan yang positif. Pada semester pertama tahun 2025, CDI Group berhasil membukukan laba bersih sebesar USD 74,4 juta. Perusahaan yang merupakan anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ini juga memiliki likuiditas kuat sebesar USD 527,6 juta.

Ruly menegaskan bahwa capaian positif ini membuktikan model bisnis CDI Group berada pada jalur yang tepat dan berkelanjutan. Perusahaan mengandalkan empat pilar bisnis utama, yaitu energi, air, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik.

Sejarah IPO CDI Group

CDI Group, yang merupakan bagian dari grup usaha taipan Prajogo Pangestu, melakukan penawaran perdana saham (IPO) pada 9 Juli 2025. Saham CDIA ditawarkan dengan harga IPO Rp 190 per saham. Harga saham CDIA kemudian menunjukkan kinerja fantastis dengan melesat lebih dari 800 persen ke level Rp 1.820.

Dengan fundamental yang kuat dan prospek bisnis yang cerah, aksi akumulasi saham oleh insider seperti Presdir CDI Group ini menjadi sinyal positif bagi investor yang memantau pergerakan saham CDIA.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler