Presiden Prabowo Resmikan 1.179 SPPG dan 18 Gudang Pangan Polri, Tinjau Ketat Standar Keamanan Makanan

- Jumat, 13 Februari 2026 | 09:55 WIB
Presiden Prabowo Resmikan 1.179 SPPG dan 18 Gudang Pangan Polri, Tinjau Ketat Standar Keamanan Makanan

Jumat pagi itu, suasana di SPPG Polri Palmerah terlihat sibuk. Presiden Prabowo Subianto tiba tepat pukul 09.03 WIB, didampingi langsung oleh Jenderal Sigit. Agenda hari itu padat: meresmikan tak kurang dari 1.179 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri secara serentak. Namun begitu turun dari mobil, perhatiannya langsung tertuju pada peralatan yang tersusun rapi di dalam fasilitas baru tersebut.

Dengan langkah mantap, Prabowo mendekati satu per satu alat itu. Kabag Binkar Biro SDM Polda Metro Jaya, AKBP Victor Inkiriwang, yang mendampingi, segera memberi penjelasan.

"Selamat datang bapak presiden di SPGG Polri Palmerah," ujar Victor memulai. "Pertama kami izin jelaskan, ini adalah maket dari SPGG Palmerah. Dibangun di atas lahan Polri seluas 900 meter persegi dengan luas bangunan 400 meter persegi, sudah sesuai standar BGN."

Rupanya, tempat ini bukan sekadar dapur biasa. Fasilitasnya cukup lengkap. Mulai dari filter air, hydro reverse osmosis untuk pemurnian, water heater untuk mencuci baki makanan, hingga food tray UV sterilizer. Presiden tampak penasaran. Ia bahkan membuka sendiri penutup alat pengering baki listrik, mengamati cara kerjanya. Setelah dicuci, baki-baki itu akan disinari UV untuk membasmi bakteri dan kuman sampai tuntas.

Tak cuma itu. Di sisi lain ruangan, ada alat biotech modern untuk mengelola limbah dapur. Yang menarik, setiap makanan yang diolah di sini harus melalui tes kit khusus dulu. Tujuannya jelas: memastikan keamanan, bebas dari kontaminasi zat berbahaya. Soal standar, SPPG Palmerah ini sudah mengantongi sertifikat BGN untuk higienitas, kompetensi, dan tentu saja, kelayakan halal.

Sebelum masuk lebih jauh, Prabowo mengenakan APD lengkap masker, sarung tangan, penutup kepala, dan sepatu khusus. Ia kemudian menyusuri alur pengolahan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dimulai dari area pencucian bahan mentah, lalu ke tempat cuci baki yang dilengkapi pemanas air. Ia juga menyempatkan mengecek gudang, baik yang kering maupun basah, sambil sesekali berbincang dengan petugas yang bertugas.

Di area dapur, menu hari ini sudah terpajang. Tapi yang paling diperhatikan Presiden adalah bagian food safety. Menurut pemandu di lokasi, setiap makanan MBG harus lulus uji keamanan pangan oleh Dokkes Polri sebelum dikirim ke tangan penerima.

Seorang petugas kepolisian di tempat itu kemudian memberi penekanan lebih.

"Salah satu pembeda utama SPPG Polri dengan yang lain adalah pemeriksaan food safety pakai alat kit khusus, di samping tes rutin organoleptik," jelasnya.

"Alat food safety kit ini produksi Farmapol Pusdokkes Polri. Ada empat parameter pemeriksaannya: formalin, nitrit, sianida, dan arsen."

Ia menambahkan, sesuai SOP yang berlaku, jika terdeteksi zat berbahaya tersebut, makanan langsung dilaporkan ke Kepala SPPG dan tidak akan didistribusikan. Titik.

Fasilitas yang telah beroperasi sejak 8 Januari 2026 ini punya misi besar. Intinya, program ini ingin meningkatkan status gizi anak-anak, mencegah stunting, dan mendukung kualitas hidup yang lebih baik. Ini adalah wujud nyata dukungan Polri terhadap program pemerintahan, yang sejalan dengan visi Asta Cita dan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Dengan diresmikannya SPPG Polri Palmerah, harapannya layanan pemenuhan gizi bisa berjalan optimal. Manfaatnya, semoga langsung terasa oleh masyarakat yang membutuhkan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar