Seorang petugas kepolisian di tempat itu kemudian memberi penekanan lebih.
"Salah satu pembeda utama SPPG Polri dengan yang lain adalah pemeriksaan food safety pakai alat kit khusus, di samping tes rutin organoleptik," jelasnya.
"Alat food safety kit ini produksi Farmapol Pusdokkes Polri. Ada empat parameter pemeriksaannya: formalin, nitrit, sianida, dan arsen."
Ia menambahkan, sesuai SOP yang berlaku, jika terdeteksi zat berbahaya tersebut, makanan langsung dilaporkan ke Kepala SPPG dan tidak akan didistribusikan. Titik.
Fasilitas yang telah beroperasi sejak 8 Januari 2026 ini punya misi besar. Intinya, program ini ingin meningkatkan status gizi anak-anak, mencegah stunting, dan mendukung kualitas hidup yang lebih baik. Ini adalah wujud nyata dukungan Polri terhadap program pemerintahan, yang sejalan dengan visi Asta Cita dan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Dengan diresmikannya SPPG Polri Palmerah, harapannya layanan pemenuhan gizi bisa berjalan optimal. Manfaatnya, semoga langsung terasa oleh masyarakat yang membutuhkan.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Takluk di Final FIFA Series, Herdman: Ini Baru Pondasi
Wanita Pengendara Motor Tewas dalam Tabrakan dengan Pikap di Jalan Raya Iwul Bogor
Komisi III DPR Gelar Rapat Lanjutan, Desak Polisi Ungkap Kasus Penyekan Andrie Yunus
Bupati Lebak Sentil Status Mantan Napi Wakilnya di Acara Halalbihalal