(Ilustrasi pergerakan harga aset kripto. Foto: dok KBI)
Transparansi Lewat Proof of Reserve
Nah, soal kepercayaan ini, Indodax punya langkah konkret. Mereka menerapkan sistem Proof of Reserve (PoR) yang bisa diverifikasi publik secara on-chain. Intinya, siapa saja bisa mengecek cadangan aset mereka langsung lewat halaman profil Indodax di CoinMarketCap.
Terakhir diperbarui per 12 Februari 2026, nilai aset dalam laporan PoR itu mencapai sekitar Rp9,3 triliun. Langkah transparansi semacam ini jelas ditujukan untuk membangun akuntabilitas dan memberi ketenangan bagi para penggunanya.
Namun begitu, pertumbuhan yang pesat harus diimbangi dengan pemahaman yang baik. Indodax rupanya menyadari betul hal ini. Mereka terus menggencarkan program edukasi melalui Indodax Academy. Tujuannya sederhana: memastikan para investor baru tidak buta soal risiko dan siap menghadapi gejolak pasar yang terkenal fluktuatif.
Menutup pembahasan, Antony menyampaikan optimisme yang cukup tinggi.
"Dengan fundamental yang kokoh dan dukungan regulasi yang makin matang, Indodax optimis industri kripto Indonesia akan terus tumbuh dan memberi kontribusi positif bagi ekonomi digital nasional ke depan," harap Antony.
Jadi, beginilah potret industri kripto tanah air saat ini. Berkembang pesat, didorong regulasi, dan mulai mengedepankan transparansi. Tinggal menunggu waktu, apakah momentum positif ini bisa bertahan dalam jangka panjang.
Artikel Terkait
Turki Akhiri Puasa 24 Tahun, Lolos ke Piala Dunia 2026
Hakim Federal Hentikan Sementara Proyek Ballroom Mewah Trump di Gedung Putih
Bandara Ngurah Rai Layani 1,14 Juta Penumpang Saat Posko Lebaran 2026
Indonesia Desak DK PBB Gelar Sidang Darurat Usai Tiga Pasukan Perdamaiannya Gugur di Lebanon