MURIANETWORK.COM - Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, tengah menjalankan rangkaian ibadah di Arab Saudi. Setelah terlebih dahulu berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, Madinah, Ketua Umum PDI Perjuangan itu bersiap menunaikan ibadah umrah di Makkah. Dalam kunjungan yang juga diisi agenda kerja di Timur Tengah ini, Megawati didampingi oleh anak-anaknya dan berencana memanjatkan doa khusus untuk keluarga dan bangsa Indonesia.
Rangkaian Ibadah di Tanah Suci
Perjalanan spiritual Megawati dimulai dengan ziarah ke Masjid Nabawi di Madinah pada Rabu (11/2). Sehari kemudian, rombongan yang terdiri dari putranya, M Prananda Prabowo beserta istri, Nancy Prananda, dan putrinya, Ketua DPR RI Puan Maharani, bertolak menuju Jeddah. Kedatangan mereka di bandara disambut oleh sejumlah pejabat Indonesia setempat.
Di lounge Royal Terminal, suasana khusyuk langsung terasa. Megawati dan keluarga sempat menyaksikan siaran langsung kegiatan ibadah di Masjidil Haram melalui televisi, seolah menjadi pengantar sebelum mereka sendiri menuju kota suci tersebut. Setelah berbincang singkat, mereka segera melanjutkan perjalanan darat menuju Makkah.
Doa untuk Keluarga dan Bangsa
Jadwal puncak dari rangkaian ini adalah pelaksanaan ibadah umrah di Masjidil Haram pada 14 Februari. Menurut Zuhairi Misrawi, Duta Besar Indonesia untuk Tunisia yang turut mendampingi, momen ini memiliki makna yang mendalam bagi Megawati.
"Tahun lalu, Ibu Megawati menunaikan ibadah umrah bersama Mbak Puan dan Mas Tatam," ungkapnya, menyebut Mohammad Rizki Pratama, putra tertua Megawati.
Lebih lanjut, Zuhairi yang akrab disapa Gus Mis itu menjelaskan fokus doa yang akan dipanjatkan. "Selama umrah, Megawati dan keluarga akan fokus beribadah dan berdoa untuk Bung Karno, Ibu Fatmawati, Taufiq Kiemas, Surindro Supjarso, keluarga besar PDI Perjuangan, dan bangsa Indonesia," jelasnya.
Mengusung Pancasila dalam Setiap Langkah
Ibadah umrah ini sekaligus menjadi penutup dari serangkaian kunjungan kerja Megawati ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Dalam berbagai forum internasional yang dihadirinya, mulai dari Zayed Award 2026, pertemuan dengan Putra Mahkota UEA, hingga penerimaan gelar Doktor Honoris Causa, pesan yang konsisten dibawa adalah tentang Pancasila.
Ahmad Basarah, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Luar Negeri, menegaskan hal ini. Menurutnya, doa yang dipanjatkan Megawati juga selaras dengan misi tersebut.
"Ibu Megawati mendoakan kita semua, bangsa Indonesia agar teguh pada ideologi Pancasila dengan memupuk gotong royong dalam bingkai kebangsaan," tutur Basarah.
Dia menambahkan bahwa dalam pandangannya, nilai-nilai Pancasila justru semakin relevan dalam dinamika geopolitik global saat ini. "Pancasila menjadi magnet ideologis dalam peta geopolitik saat ini. Sebab itu, doa untuk kemajuan Indonesia melalui keteguhan pada ideologi Pancasila diharapkan dapat menumbuhkan keyakinan bersama dalam membangun Indonesia," imbuhnya.
Dengan demikian, perjalanan ini tidak hanya bernuansa spiritual pribadi dan keluarga, tetapi juga dibingkai dalam konteks harapan yang lebih luas untuk masa depan Indonesia.
Artikel Terkait
BTS Pecahkan Rekor Penjualan Tiket di London, Ludes dalam 30 Menit
Trump Tegaskan Negosiasi dengan Iran Berlanjut Meski Netanyahu Ragukan Hasilnya
Kejagung Geledah Delapan Perusahaan Sawit di Pekanbaru dan Medan
Polri Ekshumasi Korban Miras Oplosan di Jepara untuk Pendalaman Perkara