Jasad itu ditemukan di sebuah kontrakan di Bekasi. Seorang rekan kerjanya, SR, yang akhirnya menemukan NHW seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di RSPAU dalam kondisi tak bernyawa. Kekhawatiran SR muncul karena NHW tak masuk kerja beberapa hari dan ponselnya tak bisa dihubungi.
Merasa ada yang janggal, SR lalu mendatangi kontrakan korban di kawasan Jatiwaringin, Pondok Gede. Dengan bantuan pemilik rumah, mereka membuka pintu. Dan di sanalah tragedi itu terbuka.
Polisi kemudian bergerak. Dua pelaku berhasil diamankan. Dari penyelidikan awal Polda Metro Jaya, motifnya tampak sederhana namun kejam: ingin menguasai barang-barang milik korban.
"Sementara itu ya, ingin menguasai barang yang dimiliki oleh korban,"
kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, dalam jumpa pers di Mapolda, Kamis (12/2/2026).
Memang, beberapa barang korban dilaporkan hilang. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa pelaku mengambil sejumlah harta benda NHW. Tapi, polisi juga bersikap hati-hati. Motif yang disampaikan saat ini masih berdasarkan temuan awal. Bisa saja berubah nanti.
Artikel Terkait
Erick Thohir Apresiasi Performa Timnas Meski Kalah dari Bulgaria di Final FIFA Series
Lelang KPK Raup Rp 10,9 Miliar, Dua HP Bekas Laku Rp 59 Juta Tak Ditebus
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Israel di Lebanon, DPR Desak Langkah Diplomatik
Mantan Guru Depok Diamankan Usai Sebar Brosur Penawaran Jasa Seks di Pamulang