Angin Kencang Cabut Atap Stadion Pakansari, Tak Ada Korban Jiwa

- Kamis, 12 Februari 2026 | 17:30 WIB
Angin Kencang Cabut Atap Stadion Pakansari, Tak Ada Korban Jiwa

Siang itu, Kamis (12 Februari 2026), langit di atas Cibinong tiba-tiba berubah. Sekitar pukul satu siang, gerimis ringan yang semula turun berubah jadi sesuatu yang jauh lebih menyeramkan. Angin mulai menderu-deru dengan kekuatan luar biasa, mendorong awan gelap yang membuat suasana siang bolong serasa senja. Hujan pun mengguyur dengan derasnya, disertai angin kencang yang seolah mau mencabut segala sesuatu yang dilewatinya.

Menurut sejumlah saksi, perubahan cuaca ini terjadi begitu cepat. Jarak pandang langsung terbatas, menciptakan suasana mencekam di kawasan kompleks olahraga Pakansari, yang saat itu masih ramai dengan aktivitas.

Dampaknya sungguh parah. Stadion Pakansari, yang jadi kebanggaan Kabupaten Bogor, tak luput dari amukan alam. Atap di area Gate 4, 5, dan 6 terlepas dari rangkanya, terbang diterbangkan angin. Bahkan, ada bagian rangka atap yang ditemukan mendarat cukup jauh, hingga ke seberang pintu masuk stadion. Kerusakan signifikan ini langsung ditangani oleh tim darurat.

Jalaluddin, dari BPBD Kabupaten Bogor, mengonfirmasi bahwa situasi masih darurat. "Tim sedang di lokasi untuk melakukan penanganan dan pendataan dampak," jelasnya hari itu juga.

Tapi bukan cuma stadion utama yang jadi korban. Beberapa fasilitas olahraga lain di kompleks yang sama juga babak belur. Di GOR Laga Tangkas, kanopi dan atapnya rusak parah, materialnya berhamburan. Venue tenis juga mengalami nasib serupa dengan plafon yang jebol. Pohon-pohon besar di sekitar area tumbang berantakan, beberapa di antaranya menghalangi jalan. Sebuah videotron dan papan penunjuk arah di pintu 9-10 pun roboh ke tanah.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar