Polres Inhil Pecat Tujuh Personel dengan Tidak Hormat dalam Upacara Terbuka

- Kamis, 12 Februari 2026 | 12:45 WIB
Polres Inhil Pecat Tujuh Personel dengan Tidak Hormat dalam Upacara Terbuka

Pesan Kapolres: Introspeksi dan Menjadi Teladan

Melangkah keluar dari konteks hukum formal, Kapolres Farouk Oktora juga menyampaikan pesan moral yang dalam. Ia mendorong seluruh personel yang hadir untuk menjadikan peristiwa ini sebagai cermin bagi diri sendiri. Menjaga profesionalisme saja tidak cukup; fondasi spiritual dan karakter juga harus dibangun kokoh.

Kapolres menekankan pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan sebagai benteng dari perilaku menyimpang. Ia juga mengingatkan agar setiap anggota senantiasa menjaga sikap, menghindari arogansi, dan menjadi teladan yang baik, baik di lingkungan internal maupun di tengah masyarakat yang dilayani.

"Ambillah hikmah dan pelajaran dari peristiwa ini sebagai bahan introspeksi diri, agar senantiasa menjalankan tugas secara profesional dan sesuai peraturan yang berlaku," pesannya.

Prosesi Upacara yang Khidmat dan Tegas

Upacara berlangsung khidmat dengan protokol militer yang lengkap. Setelah Komandan Upacara mengambil alih pasukan dan Inspektur Upacara naik ke mimbar, prosesi inti pun dimulai. Keputusan resmi dari Kepala Polda Riau dibacakan, diikuti dengan momen simbolis yang paling menyentuh: pemberian tanda silang pada foto ketujuh personel yang diberhentikan.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan penghormatan terakhir, sebelum Inspektur Upacara turun dari mimbar. Suasana hening yang menyelimuti lapangan seakan mengukir pesan mendalam tentang betapa mahalnya harga sebuah integritas dalam penegakan hukum.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar