Namun begitu, kerusakan infrastrukturnya cukup parah. Selain longsoran di dua puluh lima titik, satu drainase melintang putus. Yang paling menghambat adalah Jembatan Kill yang hanyut terbawa arus, memutus akses sepenuhnya.
"Pembersihan jalan terus dilakukan namun kendaraan tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Wamena, karena jembatan yang melintasi Kali Kill terputus akibat hanyut terbawa air," jelas Febryan lagi.
Untuk menangani situasi ini, pihaknya tak main-main. Sebanyak 57 unit alat berat ekskavator dan buldozer sudah dikerahkan. Mereka bekerja siang malam membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan. Progresnya? Dari 15 kendaraan tertimbun, lima berhasil dikeluarkan. Sepuluh lainnya masih dalam proses evakuasi.
Jadi, meski jalan perlahan dibersihkan, perjalanan ke Wamena masih terhambat total. Semuanya bergantung pada perbaikan jembatan yang hanyut itu. Para pengguna jalan tak punya pilihan selain menunggu dengan sabar.
Artikel Terkait
Komisi III DPR Pertimbangkan Bentuk Pansus untuk Kasus Penyiraiman Andrie Yunus
AS Pertimbangkan Ulang Komitmen ke NATO Usai Perang Iran, Kata Menlu Rubio
Unpad Buka Akses Darurat untuk Ojol Usai Protes Aturan QR Code
MPR RI Terapkan Penghematan: Jam Kerja Dipangkas, Sistem 4 Hari Kerja Segera Diberlakukan