Hujan deras yang mengguyur pekan lalu ternyata membawa konsekuensi serius di jantung Papua. Ruas vital Trans Papua, tepatnya di jalur penghubung Jayapura-Wamena, dilanda longsor di sejumlah titik. Akibatnya, puluhan kendaraan terpaksa berhenti, terjebak di tengah material tanah dan bebatuan yang runtuh.
Febryan Nurdiansyah, Pejabat Pembuat Komitmen Kerja Sama untuk proyek jalan itu, mengonfirmasi kejadian ini. Ia menyebut setidaknya ada 103 kendaraan dari kedua arah yang tak bisa bergerak.
"Memang benar sebanyak 103 kendaraan baik dari arah Jayapura maupun Wamena saat ini terjebak di 25 titik longsor akibat curah hujan yang tinggi," ujarnya di Jayapura, Kamis lalu.
Dari jumlah sebanyak itu, situasi paling mengkhawatirkan dialami lima belas kendaraan. Mereka bukan cuma terjebak, melainkan tertimbun material longsor. Tim di lapangan sedang berupaya keras mengevakuasi kendaraan-kendaraan tersebut. Lokasi kejadian berada di wilayah Kabupaten Yalimo.
Hingga saat ini, kabar baiknya adalah tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Insiden yang terjadi sejak Sabtu dan Minggu lalu itu, meski merusak, berhasil diantisipasi dari sisi keselamatan orang. Semua supir dan kru sudah dievakuasi ke camp yang aman, setelah kendaraan mereka diparkirkan sebaik mungkin.
Namun begitu, kerusakan infrastrukturnya cukup parah. Selain longsoran di dua puluh lima titik, satu drainase melintang putus. Yang paling menghambat adalah Jembatan Kill yang hanyut terbawa arus, memutus akses sepenuhnya.
"Pembersihan jalan terus dilakukan namun kendaraan tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Wamena, karena jembatan yang melintasi Kali Kill terputus akibat hanyut terbawa air," jelas Febryan lagi.
Untuk menangani situasi ini, pihaknya tak main-main. Sebanyak 57 unit alat berat ekskavator dan buldozer sudah dikerahkan. Mereka bekerja siang malam membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan. Progresnya? Dari 15 kendaraan tertimbun, lima berhasil dikeluarkan. Sepuluh lainnya masih dalam proses evakuasi.
Jadi, meski jalan perlahan dibersihkan, perjalanan ke Wamena masih terhambat total. Semuanya bergantung pada perbaikan jembatan yang hanyut itu. Para pengguna jalan tak punya pilihan selain menunggu dengan sabar.
Artikel Terkait
Tiga Konfederasi Buruh Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden
Jaksa Agung Soroti Oknum Jaksa Pakai Aset Sitaan untuk Kepentingan Pribadi
Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane Diprediksi Butuh Dua Pekan untuk Pulih
Rusia dan Belarusia Pastikan Absen dari Pertemuan Perdamaian Gaza di Washington