Di sisi lain, Perdana Menteri Netanyahu datang ke Washington dengan agenda yang jelas: mengingatkan sekutu terdekatnya tentang risiko eksistensial yang dirasakan Israel. Menurut pernyataan resmi dari kantornya, Netanyahu secara khusus menyoroti dimensi keamanan nasional Israel dalam setiap pembicaraan mengenai Iran.
"Menegaskan kebutuhan keamanan negara Israel terkait dengan negosiasi," demikian bunyi pernyataan singkat namun bernada tegas dari pihak Netanyahu.
Lanskap Diplomasi yang Rumit
Latar belakang pertemuan ini memang kompleks. Di satu sisi, Trump telah beberapa kali mengisyaratkan opsi militer menyusul tindakan keras pemerintah Iran terhadap demonstran. Namun di sisi lain, dalam perkembangan yang menunjukkan dinamika diplomasi Timur Tengah yang kerap berliku, AS dan Iran justru memulai kembali pembicaraan secara langsung pekan lalu di Oman.
Proses negosiasi itu sendiri sempat terhenti pasca serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran, yang terjadi selama konflik 12 hari antara Israel dan Iran pada Juli tahun lalu. Jeda ini memperlihatkan bagaimana ketegangan di lapangan dapat dengan cepat mempengaruhi meja perundingan.
Pertemuan antara kedua pemimpin itu sendiri berlangsung dengan protokol keamanan ketat. Netanyahu tiba di Gedung Putih melalui jalan samping, diantar oleh iring-iringan mobil SUV hitam yang dikawal ketat. Kendaraan bermuatan bendera Israel dan Amerika Serikat itu hanya menempuh jarak pendek dari Blair House, kediaman tamu negara, menuju lokasi pertemuan.
Artikel Terkait
Cedera Lutut Paksa Mauro Zijlstra Absen dari Final FIFA Series, Jens Raven Dipanggil
Gus Salam Desak Negara Kuasai SDA Strategis dan NU Segera Berbenah
Surabaya Gelar Festival Industri dan Tenaga Kerja untuk Dongkrak Ekspor dan Serap Pengangguran
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga Empat Meter, Berlaku hingga 1 April