"Produk yang kami cek meliputi komoditas pertanian, perikanan hingga peternakan. Alhamdulillah, berdasarkan hasil pengawasan, ketersediaan dipastikan masih sangat mencukupi untuk tiga hingga empat bulan mendatang," jelas Taufik.
Meski begitu, kewaspadaan terhadap gejolak harga tetap dijaga. Taufik menambahkan bahwa situasi harga secara umum masih stabil.
"Secara umum kondisi harga masih stabil. Kalau terdapat kenaikan masih dalam batas wajar," ungkapnya.
Pemantauan Berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi
Di tingkat provinsi, komitmen untuk menjaga stabilitas pangan juga terus ditegaskan. Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menyatakan bahwa pemantauan rutin ketersediaan dan harga pangan akan terus berlangsung menjelang serangkaian hari besar, meski kondisi stok saat ini dipastikan aman. Kegiatan ini dilakukan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta.
Perhatian khusus juga diberikan pada komoditas energi seperti elpiji 3 kilogram. Uus menegaskan bahwa pemantauan untuk item ini akan dilakukan secara langsung. Selain monitoring, langkah-langkah proaktif lain juga dijalankan, seperti pemberian subsidi pangan untuk kelompok rentan, kampanye bijak belanja untuk mencegah panic buying, serta pengembangan urban farming.
Transparansi informasi menjadi salah satu pilar strategi mereka. Masyarakat dapat memantau perkembangan terkait pangan melalui aplikasi JAKI. Upaya penguatan pasokan juga dilakukan melalui kerja sama antar daerah dan kemitraan bisnis antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang pangan dengan pelaku usaha.
Artikel Terkait
Prabowo Bahas Gaza dan Kondisi Dalam Negeri Bersama Tokoh Ormas Islam
Gelombang Pemudik Masih Padati Bakauheni di H+7 Lebaran
Kuasa Hukum Jap Ferry Sanjaya Tuntut Vrijspraak, Sebut Kasus Plaza Klaten Murni Perdata
Perumda Pasar Jaya Genjot Pengangkutan 6.970 Ton Sampah di Pasar Kramat Jati