MURIANETWORK.COM - Pemerintah Kota Jakarta Timur melakukan inspeksi mendadak di sejumlah pasar untuk memastikan stok dan harga pangan aman menjelang Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Sidak yang melibatkan puluhan personel gabungan ini menemukan ketersediaan barang masih sangat mencukupi, meski ada sejumlah kenaikan harga yang dinilai masih dalam batas wajar dan terjangkau masyarakat.
Inspeksi di Pasar Tradisional dan Modern
Pengawasan lapangan berlangsung di dua lokasi yang berbeda karakter: Pasar Tradisional Pondok Bambu dan Pasar Modern The Farmers. Pengecekan ini merupakan bagian dari rutinitas pengawasan yang selalu digelar jelang hari besar keagamaan, termasuk Tahun Baru Imlek dan Idul Fitri. Dengan mendatangi langsung tempat transaksi, tim inspeksi bisa mendapatkan gambaran riil kondisi pasokan dari tingkat pengecer.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Timur, Fauzi, yang turun ke lapangan mengonfirmasi temuan awal.
"Berdasarkan hasil pengecekan, ada sejumlah kenaikan harga komoditas, namun tidak terlalu signifikan dan masih dapat dijangkau oleh masyarakat," tuturnya di Pasar Tradisional Pondok Bambu, Rabu lalu.
Stok Dipastikan Mencukupi untuk Beberapa Bulan
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto, memimpin sekitar 30 personel dari berbagai unsur, mulai dari tingkat kelurahan hingga kota. Mereka memeriksa beragam komoditas strategis, mulai dari daging sapi, ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, beras, minyak goreng, hingga telur.
Dari pantauan di kedua pasar tersebut, tim menyimpulkan bahwa pasokan saat ini relatif melimpah.
"Produk yang kami cek meliputi komoditas pertanian, perikanan hingga peternakan. Alhamdulillah, berdasarkan hasil pengawasan, ketersediaan dipastikan masih sangat mencukupi untuk tiga hingga empat bulan mendatang," jelas Taufik.
Meski begitu, kewaspadaan terhadap gejolak harga tetap dijaga. Taufik menambahkan bahwa situasi harga secara umum masih stabil.
"Secara umum kondisi harga masih stabil. Kalau terdapat kenaikan masih dalam batas wajar," ungkapnya.
Pemantauan Berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi
Di tingkat provinsi, komitmen untuk menjaga stabilitas pangan juga terus ditegaskan. Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menyatakan bahwa pemantauan rutin ketersediaan dan harga pangan akan terus berlangsung menjelang serangkaian hari besar, meski kondisi stok saat ini dipastikan aman. Kegiatan ini dilakukan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta.
Perhatian khusus juga diberikan pada komoditas energi seperti elpiji 3 kilogram. Uus menegaskan bahwa pemantauan untuk item ini akan dilakukan secara langsung. Selain monitoring, langkah-langkah proaktif lain juga dijalankan, seperti pemberian subsidi pangan untuk kelompok rentan, kampanye bijak belanja untuk mencegah panic buying, serta pengembangan urban farming.
Transparansi informasi menjadi salah satu pilar strategi mereka. Masyarakat dapat memantau perkembangan terkait pangan melalui aplikasi JAKI. Upaya penguatan pasokan juga dilakukan melalui kerja sama antar daerah dan kemitraan bisnis antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang pangan dengan pelaku usaha.
Artikel Terkait
Polisi Selidiki Pencurian Laptop dan Ponsel Peserta Rapat di Hotel Bintang Lima Jakarta
Sidang Isbat Awal Puasa Ramadhan 2026 Dijadwalkan 17 Februari
Bea Cukai Segel Tiga Toko Perhiasan Mewah di Jakarta Diduga Langgar Administrasi Impor
Banjir Bandang Rendam Enam Kecamatan di Tapanuli Tengah, Jembatan Darurat Hanyut