Komite Solidaritas Perempuan, melalui sebuah pernyataan di media sosial, menyuarakan kekecewaan yang mendalam. "Tahun lalu, enam wanita dibunuh oleh narapidana yang melarikan diri dari penjara atau dibebaskan sementara. Menteri Kehakiman dan Menteri Dalam Negeri tidak mengatakan apa pun dan tidak ada yang bertanggung jawab! Dan hari ini, narapidana lain kembali menebar teror," tulis mereka.
Data Kekerasan yang Mengkhawatirkan
Kemarahan kelompok feminis bukan tanpa alasan. Data dari organisasi advokasi Turki, We Will Stop Femicide, yang aktif mendokumentasikan kasus serupa, menunjukkan gambaran yang suram. Pada tahun 2025 saja, tercatat 294 perempuan dibunuh oleh pria, sementara 297 perempuan lainnya ditemukan tewas dalam keadaan mencurigakan. Dari angka korban yang tewas tersebut, 35 persen dibunuh oleh suami mereka sendiri dan 57 persen kehilangan nyawa akibat senjata api.
Menyikapi pembunuhan terbaru ini, kelompok We Will Stop Femicide tidak hanya mengecam keras insiden tersebut, tetapi juga telah menyerukan aksi protes di Ankara. Mereka mendesak adanya pertanggungjawaban dan perubahan kebijakan yang lebih ketat untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
Artikel Terkait
BMKG: Hujan Masih Guyur Sejumlah Kota, Waspada Potensi Petir di Arus Balik
AS Siap Gelar Pertemuan dengan Iran Pekan Ini di Tengah Ketegangan
Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Melintas di Tengah Blokade Selat Hormuz
Cedera Bahu Paksa Maverick Vinales Mundur dari MotoGP Amerika Serikat