Padahal, esensi dari pemeriksaan kesehatan justru terletak pada pencegahan. Asnawi menjelaskan bahwa pemeriksaan oleh tenaga profesional dengan peralatan medis yang memadai bertujuan mengungkap kondisi kesehatan yang sebenarnya. Dari situ, dapat dirancang langkah-langkah intervensi untuk memperbaiki kondisi atau mencegah perkembangan penyakit yang lebih parah.
Ia memberikan contoh konkret pada kasus stroke, yang seringkali dipicu oleh tekanan darah tinggi yang tidak terkendali. Penyakit seperti ini, tutur Asnawi, jarang datang secara tiba-tiba. Biasanya ada gejala atau faktor risiko yang mengendap dalam waktu lama.
“Jika diperiksa lebih awal, maka akan ada rekomendasi atau upaya yang dilakukan agar orang ini tidak terkena stroke,” sebut Asnawi, menegaskan pentingnya tindakan pencegahan.
Memanfaatkan Program untuk Kesehatan Jangka Panjang
Asnawi pun mendorong masyarakat untuk mengubah paradigma dan memanfaatkan fasilitas CKG yang telah disediakan. Tujuannya jelas: mengetahui status kesehatan secara akurat, lalu menentukan rencana tindak lanjut yang tepat. Dengan demikian, kondisi tubuh dapat dikembalikan ke keadaan yang lebih sehat dan produktif.
“Fokus utama setelah pemeriksaan adalah tindak lanjut agar kembali sehat,” ujarnya menutup penjelasan.
Ajakan ini sekaligus menegaskan bahwa program kesehatan nasional seperti CKG tidak berhenti pada tahap skrining. Nilainya justru terletak pada tindakan lanjutan yang diambil berdasarkan temuan awal, sebuah proses yang membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Artikel Terkait
Waterspot hingga Jamur: Penyebab dan Cara Atasi Kerusakan Cat Mobil
Gus Ipul Sowan ke Ulama Situbondo Laporkan Persiapan Muktamar NU
Turki Satu Langkah Lagi ke Piala Dunia Usai Kalahkan Rumania
Panglima TNI Anugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit Juara MHQ Internasional