MURIANETWORK.COM - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digulirkan pemerintah menghadapi tantangan signifikan dari sisi kesiapan masyarakat. Asnawi Abdullah, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan, mengungkapkan bahwa masih banyak warga yang enggan memeriksakan diri karena rasa takut, meski program ini dirancang untuk deteksi dini penyakit.
Ketakutan Masyarakat Jadi Penghalang Utama
Dalam paparannya, Asnawi menekankan bahwa kesiapan mental publik menjadi kendala pokok dalam implementasi CKG. Bukan sekadar masalah akses, melainkan sebuah keengganan yang berakar pada kekhawatiran akan konsekuensi setelah diagnosis diketahui.
“Kendala utama program CKG adalah kesiapan masyarakat,” kata Asnawi, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 10 Februari 2026.
Ia menduga, ketakutan itu muncul karena persepsi bahwa mengetahui suatu penyakit justru akan membebani hidup. Masyarakat seolah melihat diagnosis sebagai pintu masuk pada serangkaian larangan dan kesulitan, bukan sebagai langkah awal penyembuhan.
“Ada larangan makan, ada inilah, itulah. Ini yang kami temukan,” ungkapnya, menggambarkan pola pikir yang banyak dijumpai di lapangan.
Deteksi Dini: Kunci Mencegah Penyakit Berat
Padahal, esensi dari pemeriksaan kesehatan justru terletak pada pencegahan. Asnawi menjelaskan bahwa pemeriksaan oleh tenaga profesional dengan peralatan medis yang memadai bertujuan mengungkap kondisi kesehatan yang sebenarnya. Dari situ, dapat dirancang langkah-langkah intervensi untuk memperbaiki kondisi atau mencegah perkembangan penyakit yang lebih parah.
Ia memberikan contoh konkret pada kasus stroke, yang seringkali dipicu oleh tekanan darah tinggi yang tidak terkendali. Penyakit seperti ini, tutur Asnawi, jarang datang secara tiba-tiba. Biasanya ada gejala atau faktor risiko yang mengendap dalam waktu lama.
“Jika diperiksa lebih awal, maka akan ada rekomendasi atau upaya yang dilakukan agar orang ini tidak terkena stroke,” sebut Asnawi, menegaskan pentingnya tindakan pencegahan.
Memanfaatkan Program untuk Kesehatan Jangka Panjang
Asnawi pun mendorong masyarakat untuk mengubah paradigma dan memanfaatkan fasilitas CKG yang telah disediakan. Tujuannya jelas: mengetahui status kesehatan secara akurat, lalu menentukan rencana tindak lanjut yang tepat. Dengan demikian, kondisi tubuh dapat dikembalikan ke keadaan yang lebih sehat dan produktif.
“Fokus utama setelah pemeriksaan adalah tindak lanjut agar kembali sehat,” ujarnya menutup penjelasan.
Ajakan ini sekaligus menegaskan bahwa program kesehatan nasional seperti CKG tidak berhenti pada tahap skrining. Nilainya justru terletak pada tindakan lanjutan yang diambil berdasarkan temuan awal, sebuah proses yang membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Artikel Terkait
Satgas Cartenz 2026 Amankan Senjata Api Rakitan di Dekai, Yahukimo
Tiga Pelajar SMA di Prabumulih Ditangkap Polisi Terkait Pembobolan Warung
Jadwal Salat 11 Februari 2026 untuk DKI Jakarta Dirilis
Bareskrim Ungkap Jaringan Sabu Malaysia-Riau, 14,7 Kg Disita