Ia bahkan sempat menggodakan ide itu dalam perbincangan dengan sang menteri.
“Mungkin untuk meningkatkan produktivitas dan kedaulatan pangan di sini, yang kerja sosial itu bisa kita rekomendasikan untuk ditaruh di sini,” tambahnya.
Kunjungan kerja ini sendiri digelar karena Panja Pemasyarakatan punya sejumlah catatan. Mereka penasaran dengan transformasi pemasyarakatan pasca KUHP baru, sekaligus ingin mengecek penerapan pembinaan sesuai semangat Asta Cita.
Willy dan Wakil Ketua Komisi XIII Dewi Asmara memimpin delapan anggota lainnya berkeliling. Mereka adalah Marinus Gea, Rapidin Simbolon, Maruli Siahaan, Prana Putra Soh E, Yanuar Arif Wibowo, Mafirion, Edison Sitorus, dan Raja Faisal.
Wajah Baru Sang Pulau
Transformasi Nusakambangan jadi ‘pulau kemandirian’ memang jadi program andalan Menteri Agus sejak awal menjabat. Fokusnya pada ketahanan pangan dan pengembangan UMKM.
Dalam setahun terakhir, berdiri lokasi pembuatan batako dan paving block dari residu batu bara PLTU Adipala. Lahan-lahan tidur dihidupkan jadi sarana pembinaan yang beragam: mulai dari BLK pengolahan sampah, pupuk kandang, pelintingan rokok, konveksi, sampai budidaya anggrek dan anggur.
Tak ketinggalan, ada bengkel pengolahan tepung mocaf, beras, serta beragam kegiatan ketahanan pangan. Peternakan ayam petelur, bebek, domba, budidaya ikan nila, udang Vaname, sidat, sawah padi, dan ladang jagung menghampar di pulau yang dulu angker.
Model pembinaan seperti inilah yang kemudian dijadikan contoh untuk lapas-lapas di seluruh Indonesia. Nusakambangan tak lagi sekadar tempat mengurung, tapi lebih sebagai tempat membangun.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Tuntaskan FIFA Series dengan Kemenangan 4-0 atas St. Kitts and Nevis
Ratusan Anak Jakarta Nobar Pelangi di Mars, Wagub Rano Karno Dorong Planetarium Jadi Bioskop Edukatif
Korlantas Siap Terapkan One Way Nasional di Tol Trans Jawa Jika Arus Balik Membeludak
Pemerintah Tegaskan Subsidi BBM Belum Dibatasi, Harga Dipertahankan