"Tragedi Bondi itu mengerikan, tak ada yang menyangkal. Tapi dari pemerintah Australia sendiri, kami tidak melihat pengakuan yang sama terhadap penderitaan rakyat Palestina di Gaza," ujarnya.
Dia menambahkan, "Herzog terlihat menghindar dari semua pertanyaan soal pendudukan. Dia bilang ini cuma tentang hubungan bilateral, tapi bagi kami, dia jelas terlibat."
Aparat keamanan tampaknya tak mau mengambil risiko. Mereka berjaga dalam jumlah besar di sekitar lokasi. Sebuah helikopter terus berputar-putar di langit, mengawasi pergerakan massa dari atas, sementara polisi berkuda lalu-lalang melakukan patroli di sekeliling kerumunan. Kehadiran mereka menjadi pengingat betapa sensitifnya isu ini.
Pada dasarnya, kunjungan Herzog ini adalah respons atas undangan PM Anthony Albanese, menyusul insiden penembakan saat festival Hanukkah 14 Desember lalu yang menewaskan sedikitnya 15 orang. Namun begitu, bagi para pengunjuk rasa, solidaritas untuk satu korban kekerasan tidak boleh menutup mata terhadap korban kekerasan lainnya. Itulah pesan inti yang mereka bawa ke jalanan Australia malam itu.
Artikel Terkait
Mentan: Indonesia Jadi Rujukan Swasembada Pangan, Tapi Ancaman Impor Masih Nyata
Thailand dan Iran Sepakati Jaminan Keamanan untuk Kapal Tanker di Selat Hormuz
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 53 Ribu Penumpang Tiba di Stasiun Jakarta
Polisi Tangkap Pembeli Bayi Hasil Perdagangan Anak di Jeneponto