“AMRO telah berkembang dari merespons krisis menjadi membantu kawasan mempersiapkan masa depan,” tambah Watanabe.
“Dalam dunia yang semakin terfragmentasi, kerja sama dan integrasi regional menjadi lebih penting dari sebelumnya,” tegasnya. Ia menekankan bahwa institusi semacam AMRO berperan sebagai jangkar stabilitas dan kepercayaan yang memfasilitasi aksi kolektif.
Menatap Dekade Kedua dengan Agenda Baru
Memasuki era baru, AMRO tidak berpuas diri. Lembaga ini menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi kompleksitas ekonomi masa depan. Rencananya, kapasitas analitis akan diperdalam, kerangka kerja diperkuat, dan investasi pada talenta ditingkatkan. Kelincahan dalam merespons ketidakpastian tetap menjadi prioritas.
Kawasan ASEAN 3 sendiri tengah menghadapi gelombang transformasi besar, seperti digitalisasi, transisi iklim, dan perubahan demografis. Menyikapi hal ini, AMRO berkomitmen untuk mendukung integrasi regional yang lebih dalam. Posisinya sebagai penasihat kebijakan yang dipercaya dan pemikir strategis diharapkan semakin kokoh, tidak hanya secara regional tetapi juga dalam percakapan global.
Momen peringatan sepuluh tahun ini, bagi AMRO, lebih dari sekadar refleksi. Ia menjadi batu pijakan untuk melihat ke depan dengan penuh keyakinan. Relevansi, kredibilitas, dan komitmen untuk melayani kawasan akan terus dipertahankan.
“Satu dekade berlalu, AMRO melangkah maju dengan satu kawasan yang bersatu oleh tujuan bersama dan satu suara terpercaya untuk ASEAN 3,” pungkas Watanabe menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
TNI Bangun Ulang Jembatan Gumuzo di Nias Utara, Akses Vital Kembali Pulih
Energi Watch: Konversi ke Kompor dan Kendaraan Listrik Bisa Hemat Subsidi Ratusan Miliar
Arus Balik H+5 Masih Padat, Pemudik di Km 18 Japek Selatan Beristirahat di Tengah Lelah Perjalanan
Panglima TNI Ambil Alih Langsung Posisi Kabais di Tengah Kasus Penyegelan Aktivis