MURIANETWORK.COM - Pasar saham Amerika Serikat menunjukkan sinyal awal yang beragam pada perdagangan Minggu malam, 8 Februari 2026, menyusul pemulihan signifikan di akhir pekan lalu. Investor kini bersiap menyambut sejumlah data ekonomi kunci yang tertunda, termasuk laporan ketenagakerjaan dan inflasi, yang diyakini akan menentukan arah pasar dalam waktu dekat.
Kontrak Berjangka Menguat Usai Rebound Akhir Pekan
Perdagangan pra-pasar mencatat penguatan terbatas. Berdasarkan data yang dipantau, kontrak berjangka S&P 500 menguat 0,4 persen ke level 6.978,75 poin. Sementara itu, kontrak berjangka Nasdaq 100, yang diisi banyak saham teknologi, naik lebih tinggi sebesar 0,6 persen menjadi 25.319,0 poin. Kontrak berjangka Dow Jones juga bergerak positif dengan kenaikan 0,2 persen, menuju level 50.327,0 poin.
Pergerakan ini melanjutkan sentimen dari sesi Jumat lalu, di mana ketiga indeks utama Wall Street mencatat lonjakan tajam. Aksi beli di harga yang dinilai sudah murah, terutama pada sektor teknologi yang sebelumnya tertekan, menjadi pendorong utama. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah juga turut meredakan ketegangan di pasar.
Teknologi Jadi Penopang Pemulihan
Pada penutupan perdagangan Jumat, S&P 500 berhasil naik dua persen. Nasdaq Composite bahkan melonjak lebih tinggi, 2,2 persen. Dow Jones Industrial Average pun mencatat kenaikan solid sebesar 2,5 persen, sekaligus menutup perdagangan di atas level psikologis 50.000 poin untuk pertama kalinya.
Pemulihan tersebut sebagian besar digerakkan oleh rebound kuat di saham-saham pembuat chip semikonduktor dan perusahaan-perusahaan yang terkait dengan pengembangan kecerdasan buatan (AI). Sektor ini sebelumnya mengalami tekanan jual berat akibat kekhawatiran akan gangguan teknologi dan valuasi yang dinilai terlalu mahal oleh sebagian pelaku pasar.
Meski demikian, performa sepekan secara keseluruhan masih bercampur. Sektor industri dan keuangan berhasil mendorong Dow naik sekitar 2,5 persen. Namun, S&P 500 justre tercatat turun tipis 0,1 persen, dan Nasdaq merosot hampir dua persen, mencerminkan dominasi tekanan jual pada saham-saham teknologi di awal pekan lalu.
Artikel Terkait
Surabaya Gelar Festival Industri dan Tenaga Kerja untuk Dongkrak Ekspor dan Serap Pengangguran
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga Empat Meter, Berlaku hingga 1 April
Rano Karno Ungkap Rencana Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta di TMII
Puncak Arus Balik, Penumpang Bandara YIA Tembus 17 Ribu dalam Sehari