Minat terhadap produk berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal juga tinggi, seperti yang ditunjukkan pembeli dari Maladewa yang memesan ribuan unit lilin aromaterapi berbahan batok kelapa. Geliat serupa dirasakan UMKM Agrominafiber yang berhasil menarik minat pembeli dari Argentina dan Jepang.
Secara kumulatif, hingga hari ketiga pameran, transaksi yang terhimpun telah mencapai angka yang signifikan. Nilai totalnya mencapai Rp7,5 miliar, dengan rincian transaksi ritel sebesar Rp3,8 miliar dan komitmen pembelian dari para buyer senilai Rp3,7 miliar.
Pameran Sebagai Etalase Strategis
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi pendampingan dan penyediaan akses pasar. Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), menekankan bahwa pameran seperti Inacraft berperan sebagai etalase strategis yang vital bagi pertumbuhan UMKM.
“Inacraft merupakan etalase strategis bagi UMKM binaan Pertamina untuk memperluas pasar dan membangun kepercayaan buyer global. Kami mendorong UMKM untuk tidak hanya mencetak penjualan, tetapi juga membangun keberlanjutan usaha agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar internasional,” jelas Baron.
Keikutsertaan puluhan UMKM binaan dalam ajang bergengsi ini bukan sekadar untuk meraih keuntungan sesaat. Lebih dari itu, langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat fondasi ekosistem UMKM nasional, membuka akses pasar global yang lebih lebar, dan pada akhirnya menjadikan sektor usaha mikro dan kecil sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berdaya saing.
Artikel Terkait
Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Satu Personel Gugur Akibat Kelelahan Ekstrem
Pimpinan IRGC Tantang AS: Coba Lakukan Invasi Darat, Kami Sudah Siap
Korlantas: 42% Pemudik Belum Kembali, Antisipasi Puncak Balik Kedua
Polri Siagakan Personel hingga 29 Maret, 42 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jakarta