Delapan nyawa melayang akibat sebuah ledakan hebat di sebuah pabrik bioteknologi di Shanxi, China utara. Korban jiwa bertambah dari angka tujuh yang semula dilaporkan.
Menurut laporan kantor berita pemerintah Xinhua, ledakan mengguncang perusahaan bioteknologi Jiapeng itu pada Sabtu pagi. Awalnya, disebutkan tujuh orang tewas dan satu dinyatakan hilang. Namun, informasi terbaru mengonfirmasi semua korban hilang telah ditemukan, menaikkan angka kematian menjadi delapan orang.
Perwakilan hukum perusahaan itu sendiri konon sudah ditahan oleh pihak berwenang. Belum jelas apa pasalnya, tapi ini jadi langkah pertama yang biasa diambil usai insiden semacam ini.
Lokasi kejadian ada di Kabupaten Shanyin. Kalau dilihat di peta, tempat itu sekitar 400 kilometer ke arah barat dari ibu kota Beijing. Cukup jauh, tapi dampaknya terasa.
Artikel Terkait
Liburan Lebaran, Ribuan Pengunjung Serbu Destinasi Wisata di Bandar Lampung
Vinícius Júnior: Generasi Baru Brasil Sudah Siap Perjuangkan Piala Dunia 2026
Anggota DPR Usulkan WFH Diterapkan di Hari Rabu, Bukan Jumat
Anggota DPR Ingatkan Pemerintah Soal Risiko Long Weekend dari WFH Hari Jumat