Delapan nyawa melayang akibat sebuah ledakan hebat di sebuah pabrik bioteknologi di Shanxi, China utara. Korban jiwa bertambah dari angka tujuh yang semula dilaporkan.
Menurut laporan kantor berita pemerintah Xinhua, ledakan mengguncang perusahaan bioteknologi Jiapeng itu pada Sabtu pagi. Awalnya, disebutkan tujuh orang tewas dan satu dinyatakan hilang. Namun, informasi terbaru mengonfirmasi semua korban hilang telah ditemukan, menaikkan angka kematian menjadi delapan orang.
Perwakilan hukum perusahaan itu sendiri konon sudah ditahan oleh pihak berwenang. Belum jelas apa pasalnya, tapi ini jadi langkah pertama yang biasa diambil usai insiden semacam ini.
Lokasi kejadian ada di Kabupaten Shanyin. Kalau dilihat di peta, tempat itu sekitar 400 kilometer ke arah barat dari ibu kota Beijing. Cukup jauh, tapi dampaknya terasa.
Di sisi lain, proses pembersihan lokasi masih terus dilakukan. Sejumlah wartawan di tempat kejadian melaporkan pemandangan yang tidak biasa: asap berwarna kuning gelap masih mengepul dari reruntuhan pabrik. Suasana mencekam masih terasa.
Pihak berwenang setempat, seperti biasa, sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki akar masalah ledakan ini. Kita tunggu saja hasilnya, meski seringkali investigasi semacam ini memakan waktu lama dan hasilnya tidak selalu transparan.
Harus diakui, kecelakaan industri seperti ini seolah jadi berita yang berulang di Tiongkok. Standar keamanan yang sering diabaikan dituding sebagai biang keladinya. Nyawa seolah jadi taruhan.
Belum lama ini, tepatnya akhir Januari lalu, ledakan serupa terjadi di pabrik baja di provinsi Mongolia Dalam yang bertetangga. Sedikitnya sembilan orang tewas dalam insiden itu. Miris, tragedi beruntun seakan tak bisa dihentikan.
Artikel Terkait
Kebun Binatang Bandung Disegel Tiga Bulan, Konsep Baru Disiapkan
Hujan Deras Sebabkan Ribuan Lubang Jalan di Jakarta, Perbaikan Masih Sementara
Survei: 72,8% Publik Puas dengan Program Makan Bergizi Gratis, Jakarta Paling Rendah
Pemerintah Siapkan Aturan Khusus AI, Jamin Peran Manusia di Ruang Redaksi