Sontak, riuh tepuk tangan dan sorak sorai Nahdliyyin kembali memecah suasana, mengapresiasi gestur yang terlihat tulus dan penuh penghargaan itu. Souvenir yang diberikan diketahui merupakan 'koin presiden', sebuah tanda mata yang kerap dibagikan Prabowo dalam berbagai kesempatan, termasuk saat menerima tamu dari luar negeri.
Ahmad Ainur Roziqin pun menerimanya dengan penuh rasa hormat dan senyum mengembang, sebelum kemudian kembali ke tempat duduknya.
Kehadiran Tokoh Negara dan NU
Mujahadah Kubro yang digelar dalam rangka satu abad NU ini dihadiri oleh jajaran pimpinan organisasi dan pejabat pemerintahan. Dari internal NU, tampak hadir Rais Aam PBNU, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), serta Sekjen PBNU yang juga Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Sementara dari jajaran pemerintah, selain Presiden Prabowo, hadir pula sejumlah menteri kabinet seperti Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri PPPA Arifatul Choiri. Turut hadir Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, beserta Wakil Gubernur Emil Dardak, serta sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.
Kehadiran mereka dalam acara yang sarat makna spiritual ini memperlihatkan eratnya hubungan antara negara dengan komunitas keagamaan terbesar di Indonesia, dalam bingkai menjaga kerukunan dan spirit kebangsaan.
Artikel Terkait
Contoh Rundown Acara Halalbihalal untuk Keluarga, Kantor, hingga Lingkungan RT
KA Siliwangi Catat Rekor Okupansi 201% di Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
Wisatawan Tewas Tenggelam di Curug Goong Pandeglang
Pemudik Soroti Kemajuan Infrastruktur dan Pariwisata Jawa Tengah