Badan Geologi Temukan Sinkhole Langka di Material Vulkanik Sumatra Barat

- Minggu, 08 Februari 2026 | 09:45 WIB
Badan Geologi Temukan Sinkhole Langka di Material Vulkanik Sumatra Barat

MURIANETWORK.COM - Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkap temuan unik di balik fenomena tanah ambles atau sinkhole yang terjadi di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Berdasarkan kajian cepat awal tahun ini, para ahli menyimpulkan bahwa sinkhole ini tergolong langka karena terjadi di material vulkanik, bukan di batuan gamping seperti yang umum ditemukan.

Kategori Fenomena yang Langka

Ahli Geologi Teknik dari Badan Geologi Kementerian ESDM, Taufiq Wira Buana, menjelaskan bahwa karakteristik sinkhole di Situjuah ini membuatnya masuk dalam kategori khusus. Fenomena ini diklasifikasikan sebagai pseudokarst atau kars semu, sebuah kondisi yang tidak biasa ditemui di lapangan.

"Dari hasil kaji cepat yang kita lakukan, sebenarnya sinkhole di Situjuah ini termasuk kategori yang unik," tutur Taufiq saat dikonfirmasi dari Kota Padang, Minggu (9/2/2026).

Kajian yang dilakukan pada 9 hingga 11 Januari 2026 itu mengonfirmasi keunikannya. Alih-alih terbentuk di batuan gamping yang lazim, sinkhole ini justru muncul di endapan vulkanik tua. Temuan ini langsung menarik perhatian para peneliti di lokasi.

"Biasanya sinkhole ini terjadi di batu gamping, tapi sinkhole Situjuah terjadi di batuan kapur," ujarnya menegaskan perbedaan mendasar tersebut.

Mekanisme Pembentukan dan Ciri Khas

Proses utama yang membentuk sinkhole ini adalah erosi buluh, yaitu pengikisan partikel tanah dari dalam yang membentuk saluran-saluran alami di dalam material vulkanik jenis tuf lapili. Adanya sungai bawah tanah di lokasi tersebut turut memperbesar rongga di bawah permukaan.

Salah satu pemandangan mencolok yang ditemukan peneliti adalah lubang sinkhole yang terisi air berwarna biru mencolok. Dalam studi geomorfologi, fenomena serupa pada bentang alam kars sering disebut sebagai cenote. Hasil pengukuran menunjukkan air di lokasi tersebut memiliki derajat keasaman (pH) dalam kategori agak asam hingga netral.

"Karena keunikan ini Badan Geologi menamainya dengan Sinkhole Situjuah," jelas Taufiq, menandai penemuan tersebut dengan nama lokasi kejadian.

Faktor Pemicu Tanah Ambles

Secara umum, munculnya sinkhole di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota ini disebabkan oleh dua faktor kunci yang saling terkait: air dan stabilitas tanah. Faktor air meliputi suplai yang melimpah dari curah hujan dan air tanah, yang secara konstan menggerus material di bawah permukaan. Kekuatan aliran air tanah ini secara perlahan mengikis tanah dari bagian dalam.

Di sisi lain, faktor stabilitas tanah juga memegang peranan penting. Jenis tanah di lokasi berupa tuf atau abu vulkanik bersifat mudah tererosi. Keberadaan retakan-retakan alami di dalam tanah mempercepat proses erosi buluh tadi. Perubahan tekanan di dalam rongga bawah tanah yang melewati ambang batas kestabilan akhirnya menyebabkan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan bebannya sendiri, sehingga terjadilah amblesan.

Penemuan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika tanah di kawasan vulkanik dan menjadi catatan penting untuk mitigasi bencana geologi di masa depan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar