Sabtu siang itu, sekitar pukul setengah tiga, cuaca di beberapa wilayah Tulungagung tiba-tubah berubah. Angin kencang melanda, disertai hujan yang mengguyur. Kecamatan Ngunut dan Sumbergempol jadi sasaran utamanya. Akibatnya, puluhan rumah dilaporkan rusak, bahkan ada yang roboh.
Desa Bendilwungu, di Kecamatan Sumbergempol, termasuk yang paling parah. Dari data sementara, ada 14 titik kerusakan. Sebelas rumah warga, satu bangunan TK, dan dua pohon tumbang menambah suasana mencekam. Kerusakannya kebanyakan di atap. Banyak yang berantakan diterpa angin.
Kapolsek Sumbergempol, AKP Mohammad Anshori, menggambarkan kondisi itu. "Mayoritas kerusakan pada bagian atap, banyak yang berantakan terkena angin," katanya.
Ia menambahkan, "Bahkan kalau atap asbes banyak yang hancur."
Tak hanya di Bendilwungu, desa-desa lain juga merasakan dampaknya. Di Desa Trenceng, misalnya, tercatat enam titik kerusakan. Lima rumah penduduk, satu bangunan masjid, dan lagi-lagi dua pohon tumbang. Sementara di Desa Sambijajar, satu rumah mengalami kerusakan cukup signifikan. "Atap kanopi ukuran 5x3 meter terbalik dan puluhan genting rontok," jelas Anshori.
Di sisi lain, angin kencang ini juga menyambangi Kecamatan Ngunut. Tepatnya di Desa Sumberinginkulon. Menurut Kepala BPBD Tulungagung, Sudarmaji, satu rumah di sana bahkan roboh. Kabar baiknya, peristiwa ini tidak menelan korban jiwa maupun luka-luka. "Namun, tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka," ujar Sudarmaji.
Wilayah yang terdampak secara keseluruhan meliputi Desa Sumberinginkulon di Kecamatan Ngunut, serta Desa Trenceng, Sambijajar, dan Bendilwungu di Kecamatan Sumbergempol. Saat ini, warga dan pihak berwenang masih melakukan pendataan dan pembersihan.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Komitmen Pemberantasan Korupsi Tanpa Kompromi
Sedan Sport Tabrak Truk Beruntun di Tol Surabaya-Gempol, Pengemudi Luka-luka
PPATK Ungkap Modus Suap Pakai Emas Sudah Berlangsung Sejak Lama
Presiden Prabowo Prihatin Kekayaan Alam Indonesia Banyak yang Dicuri dan Dibawa ke Luar Negeri