Soal digitalisasi ini, implementasinya sudah merasuk ke seluruh rantai bisnis gas bumi. Mulai dari operasi dan perawatan aset, operasi jaringan, sampai pengelolaan pelanggan. Yang tak kalah penting adalah keamanan siber. Menurut laporan, di tahun 2026 ini, tingkat keamanan siber PGN klaim mencapai 100 persen. Infrastruktur digital mereka dalam kondisi prima untuk menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi.
Rachmat menegaskan, kompetensi SDM yang sudah baik ini akan terus ditingkatkan. Di tengah budaya kerja yang solid, PGN berusaha memberikan ruang bagi pekerjanya untuk berkreasi dan berinovasi. Ruang untuk mengeksplorasi peluang bisnis baru juga dibuka, tentu saja demi keberlanjutan perusahaan.
“Seluruh kontribusi pekerja di seluruh operasi juga diarahkan untuk sentiasa mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan kepatuhan yang disiplin terhadap aspek HSSE,” ujar Rachmat.
Ke depan, di tahun 2026 ini, PGN masih punya segudang agenda. Mereka akan melanjutkan pengembangan proyek strategis gas bumi untuk memperluas pemanfaatannya di dalam negeri. Dengan anggaran belanja modal atau CAPEX sebesar 353 juta dolar AS, sekitar 62 persennya akan difokuskan ke pengembangan di segmen midstream, downstream, dan lainnya.
Langkah konkretnya? Penguatan infrastruktur distribusi gas dan jaringan gas rumah tangga. Investasi akan dilakukan, tapi secara selektif dan bertahap. Semua itu, ujung-ujungnya, untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Artikel Terkait
Kondisi Mata Andrie Yunus Memburuk, RSCM Temukan Iskemia dan Lakukan Operasi Lanjutan
Mobil Listrik Tercebur ke Kolam Bundaran HI, Pengemudi Selamat
Pria Tua Terseret Kereta Barang di Surabaya, Selamat Meski Terlempar 30 Meter
Bupati Lampung Selatan Gelar Halalbihalal Terbuka untuk Ribuan Warga