MURIANETWORK.COM - Seorang warga di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengalami luka di tangan setelah berusaha melindungi sejumlah anak dari serangan macan tutul yang masuk ke permukiman. Kejadian yang mengagetkan warga Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, ini terjadi pada Kamis (5/2/2026), ketika hewan liar tersebut tiba-tiba muncul di area pemukiman padat penduduk.
Kejutan di Tengah Permukiman
Ujang Anis (42) awalnya tidak percaya dengan teriakan warga yang menyebut ada macan tutul berkeliaran. Baginya, kehadiran satwa liar seperti itu di lingkungan tempat tinggal adalah hal yang sangat tidak biasa. Saat itu, ia sedang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Saya bertanya karena banyak orang. Saya tadinya hampir tidak percaya. Masa di kota (permukiman) ada harimau. Biasanya harimau itu ada di hutan. Pas dilihat ternyata benar," tuturnya, mengisahkan mula kejadian.
Aksi Spontan Menyelamatkan Anak-anak
Ketika keyakinannya berubah menjadi kenyataan, pandangan Ujang langsung tertuju pada sekelompok anak-anak yang menjadi target sang macan tutul. Tanpa pikir panjang, naluri untuk melindungi mengambil alih. Ia segera bergerak menghadang hewan buas tersebut, menempatkan dirinya di antara macan dan anak-anak yang ketakutan.
"Lalu saya ke depan membela anak-anak, daripada macan menerjang anak-anak. Lalu saya yang bertarung melawan macan itu," jelas Ujang tentang keputusannya yang heroik itu.
Duel Singkat di Teras Rumah
Pertarungan pun tak terhindarkan. Selama beberapa menit yang mencekam, Ujang berhadap-hadapan dengan macan tutul di teras sebuah rumah warga. Situasi semakin rumit karena gerbang pagar tempat kejadian dalam kondisi terkunci, membatasi ruang gerak. Warga lain yang menyaksikan dari kejauhan memilih untuk menjauh, diliputi rasa takut yang wajar.
Ketegangan baru mereda ketika seorang warga lain berhasil membuka gerbang pagar. Melihat celah itu, macan tutul akhirnya kabur dan berlari masuk ke rumah warga lainnya, mengakhiri konfrontasi langsung. Ujang pun dapat ditarik ke tempat aman dengan luka di tangannya, sebagai bukti nyata dari keberaniannya menghadapi bahaya untuk keselamatan orang lain.
Artikel Terkait
Komnas HAM Beroperasi dengan Satu Kursi Kosong, Kinerja dan Legitimasi Terancam
Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
KPK Tangkap Hakim PN Depok dalam OTT Dugaan Suap Pengurusan Perkara