Menurut Sidoti, keputusan mengundang pemimpin Israel itu merupakan sebuah kesalahan. "Itu keputusan yang salah, dan itu perlu dibatalkan sebelum terlambat," tegasnya.
Konteks Kunjungan dan Laporan Pemicu Kontroversi
Kunjungan Herzog yang direncanakan selama empat hari itu bertujuan untuk bertemu dengan komunitas Yahudi setempat. Undangan ini merupakan respons atas tragedi penembakan massal di Sydney pada Desember 2025 yang merenggut nyawa sedikitnya 15 orang saat perayaan Hanukkah.
Namun, kontroversi ini berakar pada laporan komisi PBB tahun 2025 yang menyimpulkan bahwa Herzog diduga "menghasut terjadinya genosida". Laporan tersebut merujuk pada pernyataannya yang menyebut seluruh bangsa Palestina bertanggung jawab atas serangan Hamas pada Oktober 2023.
Pihak Israel secara keras menolak temuan tersebut. Mereka menilai laporan itu tidak akurat dan menyerukan pembubaran badan penyelidik PBB, sebuah penolakan yang memperlebar jarak antara narasi yang berseteru.
Artikel Terkait
Mobil Terbalik di Depan LP Cipinang, Tidak Ada Korban Jiwa
Polisi Ungkap Motif Cemburu dan Harta di Balik Mutilasi Perempuan Samarinda
Israel Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Lebanon Selatan, Presiden Aoun Peringatkan Ancaman Invasi
Buka Tutup Akses MBZ Diterapkan Lagi Atasi Kemacetan Mudik