MURIANETWORK.COM - Seruan untuk menangkap Presiden Israel Isaac Herzog saat kunjungannya ke Australia mencuat dari seorang anggota komisi penyelidik PBB. Desakan ini muncul menyusul undangan resmi Canberra kepada Herzog untuk menghormati korban penembakan massal di Pantai Bondi yang menargetkan festival Yahudi akhir tahun lalu.
Seruan Penangkapan dari Anggota Komisi PBB
Chris Sidoti, seorang pengacara hak asasi manusia yang juga anggota Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB, secara terbuka mendesak pemerintah Australia. Komisi tempat Sidoti bernaung bertugas menyelidiki dugaan pelanggaran HAM di Israel dan wilayah Palestina.
Dalam pernyataannya, Sidoti bersikap tegas. "Dia (Herzog-red) harus ditangkap jika dia datang," tuturnya.
Kritik atas Undangan dan Ancaman Hukum
Lebih lanjut, Sidoti tidak hanya meminta pencabutan undangan, tetapi juga menegaskan opsi penangkapan begitu Herzog tiba. Ia secara terbuka mengkritik langkah Perdana Menteri Anthony Albanese.
Menurut Sidoti, keputusan mengundang pemimpin Israel itu merupakan sebuah kesalahan. "Itu keputusan yang salah, dan itu perlu dibatalkan sebelum terlambat," tegasnya.
Konteks Kunjungan dan Laporan Pemicu Kontroversi
Kunjungan Herzog yang direncanakan selama empat hari itu bertujuan untuk bertemu dengan komunitas Yahudi setempat. Undangan ini merupakan respons atas tragedi penembakan massal di Sydney pada Desember 2025 yang merenggut nyawa sedikitnya 15 orang saat perayaan Hanukkah.
Namun, kontroversi ini berakar pada laporan komisi PBB tahun 2025 yang menyimpulkan bahwa Herzog diduga "menghasut terjadinya genosida". Laporan tersebut merujuk pada pernyataannya yang menyebut seluruh bangsa Palestina bertanggung jawab atas serangan Hamas pada Oktober 2023.
Pihak Israel secara keras menolak temuan tersebut. Mereka menilai laporan itu tidak akurat dan menyerukan pembubaran badan penyelidik PBB, sebuah penolakan yang memperlebar jarak antara narasi yang berseteru.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Bea Cukai, Bukti Rp40,5 Miliar Disita
KPK Tetapkan 6 Tersangka Suap Impor, Barang Bukti Capai Rp40,5 Miliar
Kejati Jatim Geledah Kebun Binatang Surabaya Terkait Dugaan Korupsi Anggaran 2013-2024
Mantan Staf Khusus Nadiem Tegaskan Tak Urusi Penempatan Plt di Sidang Korupsi Chromebook