Dia lantas merinci salah satu pelanggaran yang ditemukan. "Yang dapat kartu kuning itu biasanya karena ambil bahan baku jadi dari luar. Alhasil, proses masaknya jadi lepas dari pengawasan kita. Ini akan kita beri peringatan keras," lanjut Dadan.
Di sisi lain, secara umum BGN juga sedang mengkaji ulang menu-menu yang disajikan. Sudah ada surat edaran yang dikeluarkan berisi daftar hidangan yang perlu dihindari untuk skala besar.
"Soalnya, bisa saja menu aman untuk kelompok kecil, tapi jadi bermasalah saat dimasak dalam porsi raksasa. Butuh quality control yang super ketat agar tidak muncul zat-zat berbahaya," paparnya.
Insiden ini sendiri bermula dari laporan puluhan siswa SMAN 2 Kudus yang sakit usai menyantap MBG. Data terakhir menunjukkan, setidaknya 109 orang siswa harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Tunjukkan Solidaritas Pasca-Banjir
Dubes Inggris Sampaikan Ucapan Idulfitri dalam Bahasa Indonesia lewat Metro TV
Presiden Prabowo Sholat Id di Aceh Tamiang, Istana Buka Halalbihalal untuk 5.000 Warga
Jokowi Ungkap Makna Lebaran: Kesabaran dan Memaafkan