Sebagai langkah antisipasi dan untuk menenangkan warga, Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon pun bergerak cepat. Mereka memasang alat pemantau kualitas udara di empat titik strategis di sekitar lokasi kejadian. Pemeriksaan terhadap warga yang sempat mengeluh gangguan pernapasan juga langsung dilakukan.
Namun begitu, pemantauan tidak berhenti di situ. Pemeriksaan lanjutan seperti pengambilan sampel darah tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada dampak jangka panjang yang mengintai kesehatan masyarakat.
Dari sisi kepolisian, Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga memberikan penjelasan teknis yang serupa. Ia menegaskan, insiden ini murni terjadi saat proses pembersihan pipa.
Cairan itulah yang kemudian bertemu dengan base oil di dalam penampungan. Saat tutup wadah dibuka, gas bercampur asap berwarna oranye itupun keluar, memicu kehebohan yang akhirnya bisa diatasi dengan cepat.
Artikel Terkait
Pencarian 9 Hari di Bandung Barat: 74 Korban Longsor Ditemukan, 6 Masih Hilang
Liam dan Ayahnya Bebas dari Penahanan Imigrasi Setelah Perintah Hakim
Khamenei Peringatkan AS: Serangan ke Iran Bisa Picu Perang Regional
Megawati Bicara Kepemimpinan Perempuan di Forum Bergengsi Abu Dhabi