"Museum Nasional Zayed bagus sekali dan jaraknya hanya 5 menit dari hotel," ajaknya.
Mendengar ajakan itu, Megawati langsung mengecek jadwalnya. Ia menoleh kepada Ahmad Basarah, Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri yang ikut dalam rombongan. Rupanya, ada celah di agenda padatnya. Undangan itu pun diterima. Rencananya, kunjungan ke museum akan dilakukan pada 7 Februari.
Museum yang diincar itu bukan sembarang tempat. Berdiri megah di jantung Distrik Budaya Saadiyat, museum ini adalah pusat cerita tentang UEA. Dari zaman kuno hingga modern, termasuk kisah inspiratif Bapak Pendirinya, Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan. Nilai-nilai yang ditinggalkannya masih menjadi pegangan kuat negara tersebut sampai sekarang.
Dalam kunjungan kali ini, Megawati tak sendirian. Putranya, M Prananda Prabowo, turut mendampingi. Beberapa petinggi partai juga hadir: selain Ahmad Basarah, ada Andi Widjajanto dari Badan Riset dan Analisa Kebijakan Strategis, serta Zuhairi Misrawi, Dubes RI untuk Tunisia yang juga menjabat di bidang agama PDIP.
Agendanya sendiri cukup padat. Selain rencana ke museum, Megawati akan menghadiri acara puncak Zayed Award 2026 Annual Ceremony. Pertemuan tingkat tinggi juga menunggu, yakni dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. Pekan yang cukup sibuk untuk seorang mantan presiden.
Artikel Terkait
Khamenei Peringatkan AS: Serangan ke Iran Bisa Picu Perang Regional
Asap Jingga di Cilegon Bikin Heboh, Ternyata Cuma Reaksi Kimia
Megawati Bicara Kepemimpinan Perempuan di Forum Bergengsi Abu Dhabi
Pencarian Intensif di Kali Bekasi untuk Pria yang Tercebur Saat Tebang Pohon