.CO.ID, MAKASSAR Performa buruk akhir-akhir ini memaksa PSM Makassar bergerak cepat. Mereka sudah mulai membenahi skuad, khususnya di sektor pertahanan yang tampak rapuh. Lima kekalahan beruntun jadi buktinya. Juku Eja jelas butuh perubahan, dan bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 jadi kesempatan emas.
Statistiknya cukup mengkhawatirkan. Dalam rentetan kekalahan itu, gawang yang dijaga Hilmansyah dan Reza Arya bolong delapan kali. Parahnya, lini depan juga mandul, cuma cetak satu gol. Tomas Trucha, sang pelatih kepala, tentu paham betul. Dia butuh pemain baru di lini belakang, dan sepertinya sudah ada targetnya.
Nama Dusan Lagator kini mencuat kencang. Bek tengah asal Montenegro itu dikabarkan tinggal selangkah lagi mengenakan jersey PSM. Isu ini pertama kali ramai setelah akun Instagram @gosball membocorkan daftar belanja klub.
“Center back asal Montenegro, Dusan Lagator (31th) calon bek baru PSM Makassar. Musim lalu ia bermain di Liga 1 India untuk Kerala Blasters,” tulis akun tersebut, Rabu (28/1/2026).
Dari sisi finansial, opsi ini cukup realistis. Lagator saat ini berstatus tanpa klub sejak akhir Januari lalu. Artinya, PSM bisa mendatangkannya tanpa biaya transfer. Nilai pasarnya sekitar Rp7,82 miliar terjangkau untuk pemain asing berpaspor Eropa. Belum lagi dia punya sembilan caps untuk Timnas Montenegro. Pengalaman internasional seperti itu diharapkan bisa langsung menguatkan mental bertahan skuad.
Kehadiran bek baru ini memang krusial. PSM terlalu bergantung pada Yuran Fernandes dan Aloisio Neto. Saat salah satu absen, atau bahkan keduanya tampil tidak fit, pertahanan langsung berantakan. Lihat saja empat laga terakhir, mereka pulang dengan tangan hampa, baik di kandang maupun tandang. Situasi inilah yang mendesak Trucha untuk bertindak.
“Kita sedang mencari pemain lokal dan juga asing (Bek). Kita lihat saja nanti apa bisa dilakukan. Kita harap bisa lakukan itu segera,” ujar Trucha usai takluk dari Borneo FC.
Pelatih asal Republik Ceko itu yakin, tambahan pemain akan memberi lebih banyak opsi. Dia optimistis PSM bisa tampil lebih solid di putaran kedua.
“Kita bisa lebih kuat lagi di putaran kedua,” tegasnya.
Pengamat sepak bola Imran Amirullah punya pendapat serupa. Mantan asisten pelatih PSM ini melihat akar masalahnya ada pada kesalahan-kesalahan kecil di belakang.
“PSM perlu dibenahi adalah pemain belakangnya yang masih ada sedikit kekurangan seperti kesalahan-kesalahan kecil,” kata Imran.
“Seperti sebelumnya, ada kesalahan kecil yang akhirnya bisa dimanfaatkan lawan,” imbuhnya.
Jadi, rumor kedatangan Lagator bukan sekadar isapan jempol. Dia bisa jadi solusi jangka pendek, sekaligus antisipasi jika suatu saat Yuran Fernandes harus pergi. Bek berpostur tinggi itu dikenal disiplin dan kuat dalam duel udara. Karakternya cocok dengan gaya permainan PSM yang sering mengandalkan transisi cepat.
Kariernya di Liga India bersama Kerala Blasters musim lalu juga menunjukkan dia tak asing dengan sepak bola Asia yang fisik dan intens. Dengan status bebas transfer dan pengalaman yang mumpuni, Lagator memang terlihat seperti jawaban yang tepat. PSM berharap dia bisa membawa angin segar dan menghentikan kebocoran yang selama ini terjadi.
Semua kini tinggal menunggu pengumuman resmi dari klub. Para suporter Juku Eja tentu berharap langkah ini membawa perubahan. Performa di putaran kedua nanti akan menjadi buktinya.
Artikel Terkait
Herdman Jajaki Kerja Sama dengan Persib dan Persija demi Bawa Pemain Eropa ke Timnas untuk Piala AFF 2026
Borneo FC Berpeluang Geser Persib dari Puncak Klasemen Usai Hadapi Persik Kediri
Herdman Panggil 23 Pemain untuk TC Jelang Piala AFF 2026, Marselino Jadi Satu-satunya Pemain Abroad
Persebaya Hajar Arema 4-0, Strategi Serangan Balik Bernardo Tavares Kembali Terbukti Efektif