“Vault Automotive Museum Cafe sudah berada di jalur yang tepat ke arah itu. Koleksi mobil dan motor klasik yang dipamerkan memiliki nilai historis tinggi, bahkan beberapa masuk kategori langka dan sulit ditemui di tempat lain,” ucapnya.
Kekuatan utamanya, menurut dia, ada pada kurasi koleksi dan narasi sejarah yang terasa “hidup”. Setiap kendaraan membawa ceritanya sendiri tentang evolusi teknologi, perubahan desain, hingga konteks sosial ekonomi pada masanya. Alhasil, pengunjung diajak melihat mobil dan motor klasik bukan hanya sebagai besi tua, melainkan sebagai artefak peradaban yang punya jiwa.
Ke depan, Bamsoet berharap ada kolaborasi yang lebih luas. Misalnya, dengan institusi pendidikan, komunitas otomotif, atau pemerintah daerah.
“Program tur pelajar, diskusi sejarah otomotif, hingga pameran tematik dapat memperkuat peran museum sebagai pusat literasi otomotif,” pungkasnya.
Dengan begitu, fungsi edukatif tempat ini bisa makin meluas dan memberi dampak yang lebih dalam.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka