Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, tampaknya ingin meredakan ketegangan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa negaranya sama sekali tidak menginginkan perang. Menurutnya, konflik yang lebih luas hanya akan merugikan semua pihak.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, pada Sabtu (31/1).
"Republik Islam Iran tidak pernah menginginkan, dan sama sekali tidak menginginkan, perang dan sangat yakin bahwa perang tidak akan menguntungkan Iran, Amerika Serikat, maupun kawasan ini," kata Pezeshkian.
Jadi, di balik retorika panas dan saling ancam, dialog diam-diam masih hidup. Situasinya memang rumit. Satu sisi ada perundingan, sisi lain ancaman masih menggantung. Kita lihat saja nanti akhirnya ke mana arahnya.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka