Bukannya mengantar pulang, GR malah membujuk anak itu masuk. Menurut penuturan polisi, tangannya dipegang dan diajak atau lebih tepatnya diseret masuk ke dalam rumah.
Di dalam, korban kecil itu tentu saja ketakutan. Dia menolak, lalu berteriak. Teriakan itulah yang diduga membuat GR panik. Karena korban terus melawan, pelaku membawanya ke kamar mandi. Di sana, kepala korban dibenamkan ke dalam ember berisi air hingga tak bergerak lagi.
Setelah yakin korbannya tak bernyawa, alih-alih menyesal, GR justru melakukan hal yang tak terpikirkan. Dia memperkosa mayat bocah malang itu. Sebuah tindakan yang melampaui batas kemanusiaan.
Motifnya? Diduga karena panik saat korban berteriak keras saat akan diperkosa. Tapi apapun alasannya, tindakan GR ini telah mencoreng kemanusiaan dan meninggalkan luka yang dalam bagi keluarga korban serta warga sekitar.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka