Program ini bukan sekadar memberi akses pendidikan gratis. Lebih dari itu, ada upaya pemberdayaan bagi keluarga siswa untuk memutus mata rantai kemiskinan. Menurut Agus, Sekolah Rakyat adalah bagian dari ikhtiar besar mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Ada tiga target utama yang hendak dicapai. Pertama, tentu saja, mencetak anak-anak yang cerdas.
“Walaupun berasal dari keluarga miskin, Pak Presiden ingin mereka menjadi anak-anak yang pintar,” kata Agus.
Kedua, melalui konsep sekolah berasrama, siswa dipersiapkan menjadi pribadi berkarakter. Mereka diharapkan punya kemandirian, disiplin, tanggung jawab, dan jiwa kebangsaan yang kuat. Pendidikan karakter jadi fondasi utamanya, bukan hanya pelajaran akademik belaka.
Terakhir, yang tak kalah penting: keterampilan. Ini yang akan jadi bekal nyata setelah mereka lulus nanti.
“Yang ketiga apa? Selain cerdas dan berkarakter, punya sains, punya rasa nasional semua yang kuat, mereka juga harus terampil,” tegas Agus.
Di akhir arahannya, Agus kembali menekankan peran penting PWI. Ia berharap organisasi wartawan ini bisa mengamplifikasi program-program prioritas pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat.
“Karena Pak Presiden ingin program-program prioritas itu secepat-cepatnya bisa dinikmati oleh rakyat, Presiden selalu perintahkan itu,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Kaesang Pangarep Siap Peras Darah Demi Kemenangan PSI di 2029
Ma Dong-seok dan Lisa BLACKPINK Bikin Heboh, Syuting Film di Jakarta Libatkan Rekayasa Lalu Lintas
Kaesang Menangis di Hadapan Kader, Berjanji Besarkan PSI
Iran Tegas: Siap Bicara dengan AS, Asal Tak Ada Ancaman di Balik Meja