Di sisi lain, efektivitas operasi ini mendapat lampu hijau dari BMKG. Budi Harsoyo, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, menyebut upaya menurunkan hujan di Jabodetabek menunjukkan hasil.
"Cukup efektif. Intensitas curah hujan di wilayah Jabodetabek kami catat mengalami penurunan, sekitar 35%," kata Budi.
Namun begitu, ia mengingatkan bahwa ancaman belum benar-benar berlalu. Februari justru harus diwaspadai.
"Masih. Secara klimatologi, berdasarkan data historis yang kami miliki, puncak musim hujan untuk wilayah Jabodetabek justru terjadi di bulan Februari," jelasnya tegas.
Jadi, meski operasi modifikasi cuaca menunjukkan tanda positif, kewaspadaan tetap harus dijaga. Semuanya bergantung pada bagaimana cuaca berperilaku dalam beberapa pekan ke depan.
Artikel Terkait
Kemarahan Demokrat Picu Shutdown Pemerintahan AS
Cilegon Terendam Lagi, Jalan Raya Anyer Lumpuh Total
Trump Beri Tenggat Rahasia, Iran Dihadapkan Pilihan: Meja Perundingan atau Armada AS
Muzani Tegaskan: Kekuatan NU adalah Pondasi Ketangguhan Indonesia