Tapi rinciannya? Itu dia simpan. "Hanya mereka yang tahu pasti" kapan batas akhirnya, katanya sambil dibiarkan menggantung.
Namun begitu, Trump rupanya melihat secercah harapan dari dalam Iran sendiri. Dia menyinggung keputusan Teheran yang disebutnya untuk menghentikan eksekusi para demonstran. Aksi protes sebelumnya memang berdarah; kelompok HAM melaporkan lebih dari 6.000 orang tewas dalam penindasan. Bagi Trump, langkah menghentikan eksekusi itu adalah sinyal. Bukti bahwa Iran mungkin siap untuk patuh.
"Saya bisa bilang begini, mereka memang ingin membuat kesepakatan," tegasnya.
Pertanyaan besarnya tetap sama: apa yang terjadi jika kesepakatan tak tercapai? Apakah skenario seperti di Venezuela, di mana pasukan AS menangkap Maduro dalam operasi dramatis, akan terulang di Iran?
Trump menolak menjawab. Dia memilih untuk tutup mulut. "Saya tidak ingin membicarakan apa pun yang berkaitan dengan tugas militer saya," tuturnya, mengakhiri pembicaraan dengan nada yang tiba-tiba jadi sangat hati-hati.
Artikel Terkait
Trump Kaji Serangan Terbatas untuk Dukung Gelombang Protes di Iran
Kades Sintang Terjaring Operasi Polisi Usai Mencuri Motor Warga
29 RT Masih Tergenang, Warga Ibu Kota Bertahan di Pengungsian
Gempa 4,6 SR Guncang Nias Utara Dini Hari