Iran Gelar Latihan Tembak Langsung di Selat Hormuz di Tengah Ketegangan dengan AS

- Jumat, 30 Januari 2026 | 11:35 WIB
Iran Gelar Latihan Tembak Langsung di Selat Hormuz di Tengah Ketegangan dengan AS

Latihan tembak langsung akan digelar oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran di perairan Selat Hormuz. Waktunya awal Februari nanti. Latihan ini tak lepas dari situasi panas antara Teheran dan Washington, di mana ancaman serangan AS terus membayangi.

Menurut laporan Press TV yang diangkat Al Arabiya, Jumat lalu, latihan itu dijadwalkan berlangsung pada tanggal 1 dan 2 Februari. Lokasinya tepat di selat yang jadi urat nadi minyak dunia itu.

Memang, Selat Hormuz bukan jalur sembarangan. Ini adalah gerbang utama ekspor minyak. Hampir seperlima pasokan minyak global harus melewati perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan dunia luar ini. Negara-negara produsen besar macam Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab sangat bergantung padanya.

Ketegangan dengan AS sendiri makin memuncak. Presiden Donald Trump baru-baru ini memberi peringatan soal batas waktu kesepakatan nuklir. Sehari sebelumnya, Teheran sudah bersumpah akan membalas dengan "respons yang menghancurkan" terhadap serangan apa pun. Latihan militer ini, dalam suasana seperti itu, jelas punya pesan tersendiri.

Ancaman untuk menutup selat itu juga bukan kali pertama. Awal pekan, Mohammad Akbarzadeh, deputi politik Angkatan Laut IRGC, kembali melontarkan kemungkinan itu.

"Iran memiliki intelijen secara real-time di Selat Hormuz, di atas dan di bawah permukaan. Keamanan jalur strategis ini sepenuhnya bergantung pada keputusan Teheran," ujarnya.

Namun begitu, dia juga mencoba memberi penjelasan. "Kami tidak ingin ekonomi dunia menderita. Tapi Amerika dan para pendukung mereka, percayalah, tidak akan mendapat manfaat dari perang yang mereka mulai," tegas Akbarzadeh.

Ancaman serupa sudah sering terdengar. Tapi sampai sekarang, selat itu tetap ramai dilalui kapal tanker. Latihan awal Februari nanti mungkin jadi cara Iran menunjukkan taring, sekaligus mengingatkan semua pihak betapa vitalnya kawasan itu bagi mereka.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar