Keadaan saat penemuan sungguh mengerikan. Menurut keterangan keluarga yang datang, mulut ular piton itu sudah mencapai leher korban. Sebagian tubuh korban telah masuk ke dalam perut reptil raksasa itu.
Melihat anaknya dalam kondisi itu, sang ayah yang tiba di lokasi tak berpikir panjang. Dengan sebilah parang, ia langsung menebas tubuh ular tersebut. Setelah ular mati, warga pun berusaha mengeluarkan jenazah korban. Mereka terpaksa mengevakuasi secara manual, mengikat tubuh korban dengan pakaian untuk membawanya pulang.
Wilayah Desa Bangga sendiri mayoritas dihuni para pekebun. Aktivitas sehari-hari mereka berlangsung di kawasan pegunungan yang masih asri. Namun begitu, keasrian alam itu juga berarti warga harus sering berhadapan dengan satwa liar, termasuk ancaman dari ular-ular besar seperti piton. Kejadian tragis ini menjadi pengingat nyata tentang risiko yang selalu mengintai di balik rutinitas mereka.
Artikel Terkait
Porsche Cayenne Pakai Plat Dinas, Kemhan Tegaskan Bukan Inventaris Resmi
Gempa Dangkal M 2,7 Guncang Bandung Pagi Ini
Permintaan Umrah hingga Rp 135 Miliar: Sidang Korupsi Izin TKA Kemnaker Bongkar Modus Teror Halus
APBN Turun Tangan, Jalan Bayang-Alahan Panjang Dibangun Ulang Setelah Hancur Diterjang Banjir