“Kami memastikan seluruh aspek pendukung, mulai dari penerangan jalan hingga kamera pengawas, siap digunakan,” tutur Rivan. Itu adalah bagian dari persyaratan wajib sebelum operasional resmi dimulai.
Di sisi lain, peran sosialisasi juga tak kalah penting. Muhammad Awaluddin, mewakili Jasa Raharja, menekankan hal ini. Pihaknya berkomitmen untuk membantu menyebarkan informasi keselamatan bagi para pemudik yang akan melintas di jalur baru tersebut.
“Kami dari Jasa Raharja juga akan membantu sosialisasikan keselamatan dan juga informasi-informasi bagaimana lebaran Japek untuk nanti bisa dengan aman dan nyaman,” pungkas Awaluddin.
Ia menambahkan, kolaborasi yang solid dengan semua stakeholder adalah kunci. Sinergi ini diharapkan tak hanya menciptakan lalu lintas yang lancar, tetapi juga aman bagi semua pengguna jalan.
Jadi, harapannya besar. Keberadaan Tol Japek II Selatan yang fungsional ini bukan sekadar tambahan jalan aspal. Ia diandalkan menjadi penyalur kepadatan, meningkatkan kenyamanan, dan yang paling utama: membantu kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 mendatang. Semua mata kini tertuju pada realisasi di lapangan.
Artikel Terkait
Duka di Boyolali: Bocah 5 Tahun Tewas, Ibunya Terluka dalam Perampokan Berdarah
Uni Eropa Siap Golongkan IRGC Iran Sebagai Teroris, Tehran Murka
Polri Terima Dukungan Publik sebagai Amanah Berat untuk Transformasi
Malam Tahun Baru di Depok, Brankas dan Uang Rp 21 Juta Raib Dibobol