“Kami memastikan seluruh aspek pendukung, mulai dari penerangan jalan hingga kamera pengawas, siap digunakan,” tutur Rivan. Itu adalah bagian dari persyaratan wajib sebelum operasional resmi dimulai.
Di sisi lain, peran sosialisasi juga tak kalah penting. Muhammad Awaluddin, mewakili Jasa Raharja, menekankan hal ini. Pihaknya berkomitmen untuk membantu menyebarkan informasi keselamatan bagi para pemudik yang akan melintas di jalur baru tersebut.
“Kami dari Jasa Raharja juga akan membantu sosialisasikan keselamatan dan juga informasi-informasi bagaimana lebaran Japek untuk nanti bisa dengan aman dan nyaman,” pungkas Awaluddin.
Ia menambahkan, kolaborasi yang solid dengan semua stakeholder adalah kunci. Sinergi ini diharapkan tak hanya menciptakan lalu lintas yang lancar, tetapi juga aman bagi semua pengguna jalan.
Jadi, harapannya besar. Keberadaan Tol Japek II Selatan yang fungsional ini bukan sekadar tambahan jalan aspal. Ia diandalkan menjadi penyalur kepadatan, meningkatkan kenyamanan, dan yang paling utama: membantu kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 mendatang. Semua mata kini tertuju pada realisasi di lapangan.
Artikel Terkait
Lalu Lintas Mudik di Tol Situbondo Barat Meningkat Lebih dari 40 Persen
ASDP Hapus Aturan Geofencing, Tiket Kapal Kini Bisa Dibeli dari Mana Saja
FORMAS Buka Kantor di Beijing untuk Perkuat Jembatan Investasi Indonesia-China
Kapolsek Cileungsi Sikat Otak Perampok Lansia dengan Menyamar Jadi Petugas PLN