Risiko Wabah Dinilai Minim
Pendapat itu datang dari Dr. Kaja Abbas, profesor epidemiologi di London School of Hygiene and Tropical Medicine dan Universitas Nagasaki. Menurutnya, secara global, jumlah kasus Nipah tergolong sangat sedikit.
"Sejak pertama kali diidentifikasi tahun 1999 sampai sekarang, kasus globalnya kurang dari 750," kata Abbas.
"Dan ketika kami bilang 'global', sebagian besar kasus itu cuma terkonsentrasi di dua negara: India dan Bangladesh. Memang ada beberapa wabah di Singapura dan Malaysia pada 1999, tapi dalam 25 tahun terakhir sejak 2001, hampir semua kasus ada di India dan Bangladesh, dengan jumlah yang sangat sedikit."
Dia menjelaskan, penularan Nipah itu sangat terbatas dan butuh kontak dekat yang intens dan lama. Yang bikin virus ini ditakuti justru angka kematiannya yang fantastis.
"Sekitar 40% sampai 70% orang yang terinfeksi bisa meninggal. Itulah yang membuatnya berbahaya, meski risikonya untuk menular luas rendah," ujarnya.
Jauh Berbeda dengan COVID-19
Abbas dengan tegas menyatakan Nipah tidak sebanding dengan virus corona dalam hal potensi penyebaran. Angka reproduksi virus Nipah, jelasnya, jauh di bawah angka satu. Artinya, satu orang yang terinfeksi rata-rata menularkan ke kurang dari satu orang lain.
"Kalau virus corona, angka reproduksinya antara dua sampai tiga, makanya penyebarannya cepat sekali secara global," kata Abbas. "Sementara pada Nipah, penularannya cenderung berhenti sendiri."
Menurutnya, langkah pencegahan yang sudah diambil saat ini seperti pelacakan kontak dan pemeriksaan di bandara sudah cukup memadai. Bahkan di Benggala Barat sendiri, penyebarannya sangat terbatas. Hampir 200 kontak erat telah dilacak dan semuanya dinyatakan negatif.
"Risiko penyebaran lintas negara tidak bisa dibilang nol persen, tapi sangat, sangat kecil," pungkas Abbas.
Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris.
Diadaptasi oleh Fika Ramadani
Editor: Rizki Nugraha
Artikel Terkait
Polri Terima Dukungan Publik sebagai Amanah Berat untuk Transformasi
Malam Tahun Baru di Depok, Brankas dan Uang Rp 21 Juta Raib Dibobol
Menteri PU Ungkap Penyebab dan Solusi Banjir Bekasi yang Tak Kunjung Surut
Ketua PAC Diduga Kelola Judi Gelap, Omset Harian Tembus Jutaan