Di sisi lain, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto juga menyuarakan hal serupa. Ia menggarisbawahi bahwa masalah di KPK bukan cuma soal kurangnya sumber daya manusia.
"Apa sih sebenarnya hambatan paling besar yang di KPK selain tentang SDM yang kurang," kata Fitroh, "ya berikanlah kami alat yang canggih, supaya OTT tidak hanya 1 sebulan."
Kata 'canggih' itu ia ulang untuk penekanan. "Kurang canggih, Pak, kurang canggih. Ini sudah tidak up-to-date."
Fitroh lalu menyelipkan harapannya. "Jadi kalau anggota Komisi III kasih anggaran besar buat beli alat, barang kali OTT lebih masif," tambahnya. Implikasinya jelas: dengan peralatan yang lebih mumpuni, pemberantasan korupsi lewat OTT bisa digencarkan.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka