Di sisi lain, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto juga menyuarakan hal serupa. Ia menggarisbawahi bahwa masalah di KPK bukan cuma soal kurangnya sumber daya manusia.
"Apa sih sebenarnya hambatan paling besar yang di KPK selain tentang SDM yang kurang," kata Fitroh, "ya berikanlah kami alat yang canggih, supaya OTT tidak hanya 1 sebulan."
Kata 'canggih' itu ia ulang untuk penekanan. "Kurang canggih, Pak, kurang canggih. Ini sudah tidak up-to-date."
Fitroh lalu menyelipkan harapannya. "Jadi kalau anggota Komisi III kasih anggaran besar buat beli alat, barang kali OTT lebih masif," tambahnya. Implikasinya jelas: dengan peralatan yang lebih mumpuni, pemberantasan korupsi lewat OTT bisa digencarkan.
Artikel Terkait
Kali Cakung Meluap Lagi, Ratusan Rumah di Cakung Terendam Air Cokelat
KGPH Purbaya Akhirnya Sah Menyandang Nama Sri Susuhunan Pakubuwono XIV
Hujan Deras Tak Henti, 28 RT di Jakarta Timur Terendam hingga 1,5 Meter
Ribuan Warga Lereng Slamet Masih Terjebak di Pengungsian Usai Banjir Bandang