Pemerintah Amerika Serikat lewat Departemen Pertaniannya (USDA) menyatakan kesiapannya memenuhi aturan halal Indonesia. Mereka berjanji produk-produk pertanian yang masuk ke sini akan sesuai dengan standar yang ditetapkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Intinya, AS siap patuhi semua persyaratan.
Penasihat Pertanian USDA, Lisa Ahramjian, menegaskan kerja sama yang sudah berjalan. "Soal halal, kami bekerja sangat erat dengan BPJPH," ujarnya dalam sebuah konferensi pers di Kedutaan Besar AS di Jakarta, Senin lalu.
"Produk-produk dari Amerika selalu berupaya mematuhi persyaratan yang BPJPH tetapkan," tambah Ahramjian, seperti dikutip Antara.
Rupanya, komitmen ini bukan sekadar wacana. USDA punya sejumlah agenda untuk mewujudkannya. Pertama, lewat festival 'Rasa Amerika' di Mal Sarinah pada akhir bulan ini. Acara itu bakal memamerkan 13 komoditas andalan AS.
Tak berhenti di festival, kunjungan lebih besar menyusul. Awal Februari nanti, Wakil Menteri Pertanian AS Luke J Lindberg akan memimpin misi dagang. Mereka membawa sekitar 85 perusahaan dan perwakilan industri ke Indonesia. Tujuannya jelas: menjajaki peluang kerja sama dan perdagangan.
Dan salah satu fokus utama misi itu adalah menghadirkan lebih banyak produk AS bersertifikat halal ke pasar Indonesia.
Menurut Ahramjian, aturan halal Indonesia berlaku untuk semua negara, tak terkecuali AS. Saat ini, produk seperti daging dan susu serta olahannya sudah wajib bersertifikat. Namun, mulai 17 Oktober 2026 nanti, aturan akan diperketat. Kategori produk baru, misalnya saus keju, juga akan kena wajib halal.
Artikel Terkait
Jembatan Penyeberangan di Daan Mogot Bolong Lagi, Pelat Besi Raib Dicuri
Kejagung Tunjuk Tiga Plh Kajari, Pejabat Definitif Diperiksa Internal
Banjir Bandang Pemalang Tewaskan Tiga Jiwa, Ribuan Warga Mengungsi
Polisi Tembak dan Amankan Buronan OPM Pelaku Pembunuhan Danramil Aradide