Ucapan itu disampaikannya di akhir rapat, setelah sebelumnya berterima kasih pada fraksi-fraksi DPR yang mendukung posisi Polri. Suasana saat itu cukup tegang.
"Mohon maaf Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian," kata Sigit memulai penjelasannya. "Kami tentunya institusi Polri menolak kalau sampai ada usulan Polri berada di bawah kementerian khusus. Bagi kami, posisi institusi Polri seperti saat ini adalah posisi yang paling ideal. Kita bisa menjadi alat negara yang betul-betul memberikan pelayanan kepada masyarakat."
Dia punya alasan kuat. Sigit menilai posisi Polri di bawah presiden justru memudahkan kepala negara. Sebaliknya, jika ada menteri yang mengatur, berpotensi menciptakan 'matahari kembar' dalam kepemimpinan.
"Di satu sisi kita betul-betul bisa berada langsung di bawah Bapak Presiden. Jadi pada saat Presiden membutuhkan kami, kami bisa bergerak tanpa hambatan birokrasi. Menurut saya, skema lain malah berpotensi menimbulkan matahari kembar," paparnya.
Yang menarik, Sigit juga mengungkap ada pihak yang sempat menawarinya jabatan menteri kepolisian. Tawaran itu ditampiknya mentah-mentah.
"Beberapa orang menyampaikan lewat WA, 'Mau ndak Pak Kapolri jadi menteri kepolisian'," ujarnya menerangkan.
Lalu dengan nada tegas, ia menyatakan penolakannya di hadapan seluruh anggota komisi. "Dalam hal ini saya tegaskan di hadapan Bapak-Bapak Ibu-Ibu sekalian dan seluruh jajaran, bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian. Dan kalaupun saya yang menjadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja."
Pernyataan terakhirnya itu langsung disambut gemuruh tepuk tangan anggota Komisi III DPR yang hadir.
Artikel Terkait
PSI Jadikan Makassar Kandang Gajah Baru Jelang Pemilu 2029
Kaesang Disambut Tarian Adat di Pelantikan Pengurus PSI Sulsel
Warga Padang Kehausan, Usulan Sumur Bor Melonjak dari 5 Jadi 264 Titik
Pemerintah Angkat Tangan Soal Penggantian Hakim Konstitusi