Latar belakangnya adalah perselisihan antara Amerika Serikat dan Eropa terkait Greenland. Aliansi Eropa sempat bersatu setelah Presiden AS Donald Trump, awal bulan ini, mengancam akan merebut wilayah otonom di bawah Denmark tersebut. Ancaman itu dinilai melemahkan aliansi transatlantik. Posisi Greenland sendiri sangat strategis, terletak di persimpangan Samudra Arktik dan Atlantik Utara.
Pertemuan tingkat tinggi pun segera dijadwalkan. Presiden Prancis Emmanuel Macron akan bertemu dengan para pemimpin Denmark dan Greenland di Paris pada hari Rabu.
Kapal induk Charles de Gaulle tidak berlayar sendirian. Ia membawa kelompok serang yang lengkap, terdiri dari pesawat-pesawat tempurnya, fregat pertahanan udara, kapal pasokan, dan bahkan kapal selam serang sebagai pengawal. Sebuah armada yang cukup untuk menunjukkan keseriusan.
Namun, sejauh apa mereka akan masuk ke Atlantik Utara? Tidak ada sumber yang berani memastikannya. Yang jelas, perairan itu bukanlah wilayah asing bagi kapal-kapal militer. Kapal selam Rusia dari Armada Utara atau Baltik dikenal rutin melakukan patroli dan melintas di sana. Kehadiran Charles de Gaulle tentu akan menambah dinamika yang sudah ada.
Artikel Terkait
Kemenkes Ingatkan Pentingnya Atur Batasan untuk Jaga Kesehatan Mental Saat Mudik
Kapolri: Kecelakaan Lalu Lintas Turun 40,91% di Awal Operasi Ketupat 2026
Menteri Kesehatan Apresiasi Penurunan Signifikan Kecelakaan Mudik
Raja Xerxes I Menghukum Lautan Usai Badai Hancurkan Jembatan Pasukannya