Di sisi lain, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, menegaskan komitmen yang lebih luas. Bagi dia, kegiatan seperti ini adalah wujud kehadiran negara di tengah masyarakat. Apalagi di daerah kepulauan seperti Meranti. "Laut adalah denyut nadi ekonomi warga sini," tegasnya.
"Ini bukan agenda rutin belaka. Kalau lingkungan laut tercemar plastik, nelayan kita yang paling susah," tambah AKBP Aldi. Ia melihat masalah sampah di laut bukan urusan yang bisa diselesaikan polisi sendirian. Butuh sinergi.
Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun budaya bersih sebagai gerakan bersama. "Kami mengajak seluruh masyarakat pesisir untuk stop buang sampah ke laut. Mari jaga keasrian pantai kita," ajaknya.
Harapannya sederhana tapi penting: laut yang bersih akan mendukung tangkapan ikan yang sehat. Dan pada akhirnya, itu semua bermuara pada kesejahteraan nelayan di masa depan. Program Jalur Bersih Pantai ini diharapkan bisa jadi pemantik, contoh kecil yang memotivasi lebih banyak orang untuk ikut menjaga lingkungan.
Artikel Terkait
Drama Kelarga di Mataram: Anak Tewaskan Ibu Gara-Gara Tak Diberi Uang
Saksi Pajak GoTo Diperiksa, Transaksi Saham Google Rp 1,4 Triliun Jadi Sorotan
Konsultan Jadi Ujung Tombak Dugaan Suap Pajak Rp75 Miliar
Polisi Bekasi Bongkar Jaringan Tramadol Ilegal, Diduga Picu Tawuran