Semua ini berawal dari video viral yang menduga es hunkue jualan Suderajat terbuat dari spons. Hebohnya, hasil uji lab kemudian membuktikan sebaliknya: es kue itu aman dan layak santap. Dua aparat, Aiptu Ikhwan Mulyadi (Polri) dan Serda Heri Purnomo (TNI), yang awalnya mencurigai, akhirnya angkat bicara.
Mereka meminta maaf. Secara terbuka.
"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat," kata Aiptu Ikhwan dalam keterangannya, Selasa itu juga.
Permintaan maaf itu mereka sampaikan karena dianggap terlalu cepat mengambil kesimpulan, tanpa menunggu hasil Labfor. Ikhwan menegaskan, tidak ada niatan untuk mencemarkan nama baik Suderajat.
"Kami turut merasakan bagaimana situasi ini dapat mempengaruhi usaha dan kehidupan beliau sebagai pedagang kecil yang mencari nafkah untuk keluarga," katanya, dengan nada menyesal.
Baginya, kejadian ini jadi pelajaran berharga. Kedepan, prinsip kehati-hatian harus lebih diutamakan sebelum menyebar informasi ke publik. Sebuah insiden yang berakhir dengan permintaan maaf dan uluran tangan, meninggalkan cerita tentang pentingnya ketelitian dan juga empati.
Artikel Terkait
Polisi Bekasi Bongkar Jaringan Tramadol Ilegal, Diduga Picu Tawuran
Di Balik Angka Turun, Kesenjangan Pernikahan Dini di Indonesia Timur Masih Menganga
Mantan Stafsus Nadiem Ungkap Gaji Rp 50 Juta di Sidang Korupsi Chromebook
KPK Dalami Aliran Dana ke Anggota DPRD Bekasi dari Bupati dan Swasta