Di Kelurahan Sukarat, Kecamatan Majasari, sebuah Sentral Pengolahan Pangan dan Gizi (SPPG) bersiap menjalankan peran barunya. Kali ini, mereka akan mendukung program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Yang menarik, SPPG ini mengusung konsep "dapur ekosistem" dan fokus distribusinya bakal mengarah ke pondok pesantren salafiyah di wilayah Pandeglang, Banten.
Selama ini, sasaran MBG memang beragam. Mulai dari pelajar, ibu hamil, sampai lansia sudah merasakan manfaatnya. Nah, menurut Kepala SPPG setempat, Mulyadi, kini giliran para santri yang mendapat perhatian khusus.
"Kita distribusikan ke pesantren-pesantren salafiyah yang selama ini belum dapat distribusi," ujar Mulyadi kepada awak media, Selasa lalu.
Ia menjelaskan, dapur ekosistem ini memang sengaja difokuskan untuk membantu santri-santri di pesantren salafiyah.
Tapi, jalan menuju distribusi yang lancar ternyata tidak mulus. Ada kendala teknis yang menghadang. Rupanya, banyak pesantren salafiyah yang belum memiliki EMIS, sistem informasi dari Kementerian Agama. Padahal, itu jadi salah satu syarat penting.
Artikel Terkait
Kunjungan Rahasia AS ke Ushuaia Picu Kecurigaan dan Debat Kedaulatan
BMKG Ungkap Upaya Hujan Buatan Gagal Cegah Longsor Cisarua
Atap Ambruk di Bogor, Satu Keluarga Mengungsi Usai Hujan Deras
Saksi Sidang Chromebook Buka Suara: Survei Harga Rp 5-8 Juta, di Marketplace Cuma Rp 3,3 Juta