Dari sisi perekonomian, pasar di Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah beroperasi penuh. Di Aceh, sekitar 65 persen pasar sudah berjalan, sisanya masih dalam tahap pemulihan bertahap.
Namun begitu, Tito mengakui masih ada pekerjaan rumah yang menanti. Beberapa infrastruktur seperti jalan di tingkat provinsi, kabupaten, dan desa belum pulih sepenuhnya. Beberapa jembatan masih bersifat sementara, dan normalisasi sungai di sejumlah daerah juga perlu perhatian lebih.
Untuk memastikan semua berjalan optimal, Kemendagri membentuk posko pemantauan.
“Ada posko di sini yang monitor, pos komandonya di Kemendagri, dan ada satu posko lagi di Aceh. Meskipun di Sumatera Utara, di Medan, Sumatera Barat juga mereka membentuk posko tingkat provinsi,”
tambahnya.
Intinya, seluruh upaya ini dikerjakan secara terpadu. Tujuannya jelas: agar rehabilitasi dan rekonstruksi, khususnya di bidang pendidikan dan pelayanan publik, benar-benar efektif dan berkelanjutan. Dampaknya pun diharapkan bisa langsung dirasakan oleh masyarakat yang telah melalui masa-masa sulit.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Insanul Fahmi Keluhkan Kendala Pertemuan dengan Anak di Tengah Proses Perceraian
Polda Sumsel Gelar 227 Kali Khataman Al-Quran untuk Pembinaan Rohani Personel
Wakapolda Metro Jaya Inspeksi Bandara Soetta, Pastikan Layanan Mudik Lebaran 2026 Optimal
Kapolri Dukung Rehabilitasi Taman Nasional Tesso Nilo untuk Selamatkan Gajah Sumatera